Suara.com - Timnas Indonesia kian dekat memiliki kiper berstatus naturalisasi setelah proses perubahan kewarganegaraan Cyrus Margono yang hampir rampung. Meski demikian, semua keputusan akan berada di tangan pelatih Shin Tae-yong.
Kabar proses naturalisasi Cyrus Margono bakal segera rampung disampaikan langsung oleh sang pemain melalui unggahan di Instagram Stories.
Kiper 22 tahun yang memiliki paspor Amerika Serikat itu menjelaskan bahwa berkas naturalisasinya kini sudah sampai Sekretariat Negara (Setneg).
Baca juga: Bek Timnas Indonesia U-23 Jadi Sorotan, Cuma Nonton saat Timnya Kebobolan
"Saya senang mengabarkan bahwa proses saya hampir selesai. Sudah beberapa minggu sejak dokumen saya sampai di Setneg, dan kita sudah dekat,” tulis Cyrus Margono dikutip Suara.com pada Kamis (29/2/2024).
“Terima kasih banyak kepada Pak Hamdan Hamedan atas dukungannya setiap hari! Saya sangat menantikan saat saya bisa menerima identitas Indonesia saya lagi, InsyaAllah,” tambahnya.
Cyrus Margono memiliki darah Indonesia dari sang ayah, Johan. Ayahnya adalah orang Indonesia asli yang menikah dengan wanita Persia tetapi berdiam di Amerika Serikat.
Saat ini, Cyrus bermain untuk klub kasta kedua Liga Yunani, Panathinaikos B. Kontraknya diketahui akan berakhir pada 30 Juni 2024.
Meski sebentar lagi berstatus WNI, tidak ada jaminan Cyrus bakal menjadi penjaga gawang Timnas Indonesia. Pasanya, dia dinaturalisasi atas keinginan sendiri alih-alih rekomendasi Shin Tae-yong.
Baca Juga: Selangkah Lagi Jay Idzes Main di Serie A Liga Italia, Venezia Makin Gancor Usai Kalahkan Cittadella
Terlepas dari situasi tersebut, keberadaan Cyrus tetap menjadi hal positif bagi Timnas Indonesia yang kini memiliki lebih banyak opsi di pos penjaga gawang.
Baca juga: 3 Alasan Shin Tae-yong Perlu Panggil Jack Brown ke Timnas Indonesia U-23
PSSI sendiri tengah berusaha menaturalisasi kiper Major League Soccer (MLS), FC Dallas, Maarten Paes.
Proses perubahan kewarganegaraan kiper 25 tahun itu tengah berjalan, tetapi terdapat satu isu yang membuatnya terancam tak bisa membela Timnas Indonesia meski berstatus WNI karena terganjal salah satu aturan FIFA soal perubahan asosiasi.
Berita Terkait
-
Jay Idzes dan Justin Hubner Diambang Sejarah, Bisa Jadi Pemain Indonesia Pertama Tampil di 5 Liga Top Eropa
-
Jadwal Drawing Piala AFF 2024, Timnas Indonesia Potensi Kembali Satu Grup dengan Vietnam
-
PSM Makassar Pamer Sumbangsih ke Timnas Indonesia, Bernardo Tavares: Berapa Banyak Pemain U-23 yang Kami Mainkan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati