Suara.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menuntaskan proses naturalisasi tiga pemain sepak bola di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) setelah dokumen naturalisasi ditandatangani Ketua DPR RI Puan Maharani.
"PSSI juga mengucapkan terima kasih kepada Komisi X dan Komisi III DPR yang selama ini selalu membantu PSSI terkait program naturalisasi. Terima kasih juga kepada Ketua DPR Puan Maharani yang telah menandatangani permohonan kewarganegaraan ini,’’ kata Sekjen PSSI Yunus Nusi seperti dikutip ANTARA dari laman resmi PSSI di Jakarta, Rabu (13/3/2024).
Ketiga pemain naturalisasi itu adalah Thom Haye (28) yang bermain sebagai gelandang untuk SC Heerenveen di liga utama Belanda, memiliki darah Indonesia (kakeknya berasal dari Sulawesi dan neneknya berasal dari Solo).
Ragnar Oratmangoen (26) yang berposisi sebagai penyerang atau winger Fortuna Sittard di liga Belanda dengan status pinjaman dari Groningen, memiliki darah Indonesia dari kakeknya yang asal Maluku.
Sedangkan, Maarten Paes, kiper yang memiliki keturunan Indonesia dari neneknya saat ini membela Major League Soccer (MLS) FC Dallas.
Yunus mengatakan, selanjutnya, PSSI akan melanjutkan proses naturalisasi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Dokumen naturalisasi yang sudah tuntas di DPR tersebut akan diserahkan ke Presiden Joko Widodo sebagai acuan untuk menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) dan dilanjutkan dengan pengambilan sumpah setia menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Dari ketiga pemain itu, Thom dan Ragnar masuk dalam daftar 28 nama pemain yang dipanggil pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong untuk dua laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua melawan Vietnam di Stadion GBK di Jakarta pada 21 Maret dan Stadion My Dinh di Hanoi pada 26 Maret.
Sementara, Maarten Paes kemungkinan baru dapat memperkuat Garuda pada bulan Juni atau saat berlaga di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua melawan Irak dan Filipina di kandang.
Hal itu dikarenakan, liga dimana kiper 25 tahun itu bermain, Major League Soccer Amerika Serikat, sedang bermain karena baru memulai jalannya musim 2024 ini pada sekitar akhir Februari lalu.
Tag
Berita Terkait
-
Baru Dapat Panggilan Indra Sjafri, Wonderkid Persebaya Nyaris Jadi Pahlawan Kemenangan Lawan Madura United
-
Dokumen Naturalisasi Baru Diteken Ketua DPR RI, Ragnar Oratmangoen dan Thom Haye Justru Sudah Pulang Belanda
-
Banyak Pemain Naturalisasi Datang, 3 Pemain Langganan Timnas Indonesia Ini Sulit Kembali Dipanggil
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati