Suara.com - Manajer Manchester City Josep Guardiola menampik anggapan yang menyebut timnya terlalu santai jelang laga krusial kontra Tottenham Hotspur.
Dalam jumpa pers pralaga, Senin (13/5/2024), juru taktik asal Spanyol itu mengatakan ia maupun timnya tidak pernah berleha-leha dalam persiapan sebuah pertandingan, apalagi laga krusial seperti saat ini.
Menurutnya, tekanan harus ada, namun dengan porsi yang tepat. Bukan dengan sikap serius setiap saat.
Baca Juga: Tottenham vs Manchester City, Guardiola: Kemenangan Harga Mati!
“Tekanan yang tepat dan fokus yang tepat harus ada,” kata sang manajer kepada wartawan seperti dikutip laman resmi klub.
“Jika kami santai, itu masalah besar. Kami menuntut yang terbaik," tegasnya.
Manchester City saat ini menyisakan dua pertandingan. Yaitu laga tunda kontra Tottenham dan laga penutup musim kontra West Ham. Jika enam poin berhasil disapu bersih di dua laga tersebut, maka The Citizens dipastikan keluar sebagai juara kompetisi kasta tertinggi Liga Inggris, Premier League, musim ini.
City saat ini menempati posisi dua klasemen sementara dengan koleksi 85 poin dari 36 pertandingan. Mereka hanya berjarak satu poin dari Arsenal yang berada di puncak klasemen dengan 86 poin dari 37 laga.
Baca Juga: 5 Rekor Hina Manchester United Bersama Erik ten Hag, Lebih Buruk dari Rezim David Moyes
Di laga terakhir, Arsenal akan menghadapi Everton. Semua laga pekan terakhir Liga Inggris akan digelar serentak pada Minggu (19/5/2024).
"Kami juga memiliki target yang besar. Kami tahu untuk apa kami bermain dan betapa sulitnya berada di sini (papan atas) lagi," ujar lelaki yang akrab disapa Pep.
“Kami memiliki sesuatu yang unik di depan kami. Kami harus memberikan performa terbaik kami, memberikan segalanya dan mencoba membaca dengan tepat permainan yang akan kami mainkan dan mencoba menafsirkannya sebaik mungkin dan pergi.”
Pertandingan tunda pekan ke-34 Liga Inggris antara Tottenham vs Manchester City akan digelar di Tottenham Hotspur Stadium, Rabu (15/5/2024) dini hari WIB.
Berita Terkait
-
Old Trafford Bocor, Manchester United Sama-sama Memalukan di Dalam dan Luar Lapangan
-
Dahsyatnya Arsenal di Bawah Mikel Arteta, Lebih Hebat dari Tim Invincibles Arsene Wenger
-
5 Fakta Menarik Jelang Duel Aston Villa vs Liverpool di Liga Inggris
-
Mikel Arteta Puas Arsenal Menang Kandang dan Tandang Lawan Manchester United
-
Digulung Arsenal, Erik ten Hag: Manchester United Sudah Main Benar
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati