Suara.com - Pemain keturunan Jawa, Ian Maatsen punya harga pasar yang sangat tinggi mencapai dua kali lipat lebih dari keseluruhan timnas Indonesia.
Ian Maatsen merupakan pemain yang punya darah keturunan Indonesia. Namun, mustahil baginya memperkuat skuad Garuda.
Pasalnya karier pemain berusia 22 tahun ini moncer di Eropa. Terbaru dirinya dikabarkan mendapatkan panggilan ke timnas Belanda untuk Euro 2024.
Walau awalnya sempat dicoret dari daftar, Maatsen kini mendapatkan panggilan lagi dari Ronald Koeman usai Frenkie de Jong mengalami cedera.
"Dipahami bahwa Ian Maatsen akan mendapatkan kesempatan untuk dipanggil lagi oleh (Ronald) Koeman setelah cederanya Frenkie de Jong," tulis laporan Fabrizio Romano.
Situasi ini membuat Maatsen sudah mustahil dibujuk memperkuat timnas Indonesia. Padahal dirinya merupakan nama yang potensial.
Di usianya yang masih 22 tahun, ia telah menjadi pilihan utama di Borussia Dortmund, meski berstatus pinjaman dari Chelsea.
Dengan pengalamannya tersebut, Maatsen memiliki nilai pasar yang sangat tinggi. Dari laporan Transfermarkt, harganya mencapai Rp695,27 miliar.
Hebatnya nilai pasar Maatsen itu dua kali lipat melebihi harga pasar seluruh pemain timnas Indonesia.
Jika digabungkan, nilai pasar seluruh skuad Garuda mencapai Rp268,98 miliar. Artinya jika dibandingkan dengan Maatsen, harga pasar pemain keturunan Jawa itu mencapai sekitar 2,5 kali lipatnya.
Berita Terkait
-
Suasana SUGBK Jelang Laga Timnas Indonesia vs Filipina: Makin Malam Makin Ramai
-
Timnas Indonesia vs Filipina, Media Asing Skeptis Garuda Bisa Menang Mudah di SUGBK
-
Kutukan Kapten Timnas Indonesia di Era Shin Tae-yong, 5 Pemain Jadi Korban
-
Nasibnya Bergantung Timnas Indonesia, Begini Respons Kiper Naturalisasi Vietnam
-
Timnas Indonesia Ukir Rekor Unik Andai Bungkam Filipina, Sampai Disorot AFC
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey