Suara.com - Pecinta sepak bola tanah air ramai membicarakan Liga 1 2024/2025 setelah PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengumumkan penambahan slot pemain asing menjadi delapan per klub.
Keputusan ini menimbulkan pro dan kontra, dengan banyak yang khawatir akan mengurangi kesempatan bermain bagi pemain lokal.
Meski begitu, PSSI tidak khawatir karena stok pemain berdarah Indonesia dianggap melimpah dan berkualitas.
Sejak Liga 1 dimulai pada 2017, regulasi kuota pemain asing telah banyak berubah.
Awalnya, setiap klub hanya diperbolehkan memiliki empat pemain asing (dua bebas konfederasi, satu marquee player, dan satu pemain Asia).
Kemudian, dari 2018 hingga 2022/2023, komposisi berubah menjadi tiga bebas konfederasi dan satu Asia.
Pada musim 2023/2024, kuota ditambah menjadi enam (lima bebas konfederasi dan satu ASEAN). Kini, jumlah tersebut meningkat lagi untuk musim 2024/2025.
Ngaca dan Mencontoh Thailand
Kompetisi Indonesia bisa belajar dari Thai League 1 terkait regulasi pemain asing yang diatur ketat.
Baca Juga: Harga Pasar Aymen Hussein, Klub BRI Liga 1 Ada yang Berani Mengontrak?
Thai League 1, yang sebelumnya menggunakan satu musim kalender, beralih ke dua musim kalender sejak pandemi 2020/2021, mirip dengan Liga 1 Indonesia yang melakukan hal serupa mulai 2021/2022.
Pada musim 2020/2021, Thai League 1 mengatur kuota tujuh pemain asing per klub, terdiri dari tiga pemain bebas konfederasi, satu pemain Asia, dan tiga pemain ASEAN.
Pemain Lokal Tetap Bisa Menyala dan Bersaing
Jumlah pemain asing di Thai League 1 lebih banyak dibandingkan Liga 1 untuk saat ini, namun klub-klub Thailand tetap kompetitif di level Asia, meningkatkan peringkat kompetisi mereka.
Sejak musim 2022/2023, kuota pemain asing di Thai League 1 naik menjadi sembilan (lima bebas konfederasi, satu Asia, dan tiga ASEAN).
Meski begitu, tidak semua klub menggunakan kuota penuh, dan pemain lokal tetap bersaing kuat.
Contohnya, Supachai Chaided dari Buriram menjadi top scorer Thai League 1 dua musim berturut-turut (2022/2023 dengan 19 gol dan 2023/2024 dengan 21 gol), membuktikan bahwa penambahan pemain asing tidak mengancam pemain lokal.
Bahkan, Buriram menjadi juara dalam dua musim tersebut. Ini menunjukkan bahwa kuota pemain asing dapat meningkatkan kualitas dan mental pemain lokal.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey