Suara.com - Penampilan tim Oranye Belanda di Euro 2024 mendapat dukungan dari suporter Indonesia. Saat anak asuh Ronald Koeman itu meraih kemenangan 2-1 atas Polandia matchday pertama grup D, suporter di Jakarta dan Ambon turun ke jalan ikut merayakan.
Kegembiraan suporter di Indonesia pasca kemenangan Cody Gakpo dkk itu bahkan mendapat sorotan dari media Belanda. Salah satu media Belanda, fcupdate.nl, menyoroti video perayaan suporter di Indonesia.
"Warga ibu kota Indonesia, Jakarta dan di Pulau Ambon, Maluku, merayakan kemenangan tim Belanda atas Polandia," tulis ulasan media Belanda itu.
Dalam ulasannya media Belanda itu kemudian singgung perihal jejak sejarah antara kedua negara. Menurut media itu, perayaan kemenangan itu tak lepas dari ikatan sejarah.
"Hal ini berkaitan dengan ikatan sejarah sejak masa kolonial (penjajahan). Jakarta sebelumnya dikenal sebagai Batavia, adalah ibu kota Hindia Belanda, koloni terbesar dan terpenting Belanda dari tahun 1602 hingga 1949,"
Faktanya, ikatan sejarah antara Indonesia dan Belanda memang sulit untuk dipisahkan. Saat ini sejumlah pemain naturalisasi juga diketahui berkarier di Negeri Kincir Angin tersebut.
Jauh sebelum kedatangan Rafael Struick dkk, Belanda pernah diperkuat oleh pesepak bola yang lahir di Sukabumi, Jawa Barat.
Bahkan si pemain itu mendapat kehormatan untuk menjadi kapten tim Oranye. Ialah Miel Mundt, pesepak bola Belanda di era 1930-an.
Miel lahir di Sukabumi, Jawa Barat pada 30 Mei 1880. Mengutip dari Sukabumiupadte.com--jaringan Suara.com, Miel lahir di Parakansalak.
Baca Juga: Piala Euro 2024: Hadapi Ceko, Roberto Martinez Ingin Unjuk Kualitas Timnya
Miel merupakan anak dari Gustaf C.F.W, seorang admistrator perkebunan teh di Parakansalak, Sukabumi. Yang menarik, Gustaf tak hanya bekerja di perkebunan teh.
Gustaf diketahui pemrakarsa gamelan Sari Oneng bersama Kerkhoven dari Sinagar. Menurut sejarawan Irman Firmansyah kepada sukabumiupdate.com, Miel mendaftar di Haagse Voetbal Vereniging.
"Miel Mundt memulai debut profesionalnya pada usia 19 tahun. Bermain dalam 320 pertandingan antara 1899–1916 dan enam kali menjadi juara Belanda. Dia juga turut dalam olimpiade musim panas 1908 di London,” jelas Imam.
Miel membela Belanda di Olimpiade 1908 bersama sejumlah pemain Belanda lainnya seperti Frans de Bruijn Kops, Victor Albert Gonsalves, Johannes Cornelis Heijning, Karel Heijting, serta Johan Adolph Frederik Kok.
Dari catatan Voetbal Legends, Miel menjadi staf pelatih Feyenoord yang melakukan seleksi pemain untuk musim 1930/31. Ia saat itu bertugas bersama Karel Lotsy dan Henk Herberts.
Sementara itu dari catatan Schaatshistorie, disebutkan pada 1929 pria kelahiran Sukabumi itu menjadi bagian staf pelatih yang menyeleksi skuat Belanda.
Saat itu Miel berkolaborasi dengan C.A.W. Hirschmann memilih pemain Belanda untuk tur musim dingin 1929. Dari catatan PSSI-nya Belanda, Miel masuk dalam starting eleven Belanda melawan Swedia pada 23 Oktober 1908 di London.
Emil Gustav Miel Mundt diketahui meninggal dunia pada 17 Juli 1949 di Rotterdam, Belanda.
Berita Terkait
-
Piala Euro 2024: Hadapi Ceko, Roberto Martinez Ingin Unjuk Kualitas Timnya
-
Polisi Sita Alat Cetak Uang Palsu Di Sukabumi, Diduga Digunakan Komplotan Kembangan
-
Cuma Kalah Tipis dari Prancis, Ralf Rangnick Tegaskan Austria Siap Sapu Bersih Dua Laga Sisa Fase Grup
-
Euro 2024: Vincenzo Montella Tegaskan Turki Bidik Tiga Poin Lawan Georgia
-
Piala Euro 2024: Mengejutkan! Belgia Dipermalukan Slovakia dengan Skor 0-1
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Lewati Sederet Legenda, Lionel Messi Menjadi Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia
-
Menerka Lawan Argentina di Fase Knock Out: Messi Cs Lawan Uruguay atau Spanyol?
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Piala Dunia 2026 Ubah Wajah Sepak Bola: Dari 2 Babak Jadi 4 Babak, Inovasi atau Ancaman?
-
Jurgen Klopp Semprot Van der Vaart Usai Kritik Pedas Van Dijk di Piala Dunia 2026
-
Cetak Gol Tendangan Roket ke Gawang Irak, Mbappe Selisih 3 Gol dari Messi
-
Lionel Scaloni Blak-blakan: Argentina Lolos ke 32 Besar, Tapi Masih Banyak PR
-
Cristiano Ronaldo Baru 8 Gol, Messi 18 Gol, Miroslav Klose: Selamat Champ!
-
Pelatih Paraguay Serang FIFA: Piala Dunia 2026 Hanya untuk Orang Kaya Esensi Hilang
-
Pengakuan Jujur Lionel Messi Usai Menyandang Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia