Suara.com - Nasib Emil Audero Mulyadi bakalan kesalip dengan calon kiper timnas Indonesia, Maarten Paes soal tampil di kancah Serie A.
Emil Audero merupakan kiper kelahiran Mataram, Indonesia. Namun, ia tumbuh besar dan memegang paspor Italia.
Pengalamannya di Eropa terbilang banyak karena sempat bermain untuk Juventus, Sampdoria, dan Inter Milan. Tak ayal, Shin Tae-yong ngebet agar penjaga gawang berusia 27 tahun ini agar diproses naturalisasi.
Sayangnya Emil Audero jual mahal untuk membela timnas Indonesia. Ia mengaku tidak berminat bermain di skuad Garuda walau sudah dibujuk.
Di sisi lain, PSSI mengalihkan perhatian ke Maarten Paes. Kiper keturunan itu menyambut dengan baik bahkan kini sudah berstatus WNI.
PSSI hanya tinggal mengurus perpindahan federasi dari KNVB ke PSSI agar Maarten Paes bisa memperkuat timnas Indonesia.
Punya pilihan yang beda untuk membela timnas Indonesia, nasib Maarten Paes bisa saja lebih mujur ketimbang Emil Audero.
Pasalnya pemain FC Dallas ini dikabarkan sedang dilirik oleh FC Empoli. Ia ditargetkan untuk menjadi kiper utama.
"Empoli sedang bekerja di bursa transfer. Klub Tuscan telah mengidentifikasi Maarten Paes dari FC Dallas sebagai profil untuk penjaga gawang. Pada 10 Juli ada kontak baru dengan klub Amerika tersebut," tulis laporan Gianluca Di Marzio di laman resmi.
Baca Juga: Seberapa Hebat Dairenzio Brank? Winger Keturunan yang Minat Bela Timnas Indonesia
"Jadi ada kontak baru antara Empoli dan Dallas untuk Maarten Paes. Mereka sedang membahas pinjaman dengan opsi untuk membeli," sambungnya.
Dengan ini, Maarten Paes bisa menjadi kiper utama bagi klub Serie A. Hal ini berbeda dengan Emil Audero yang justru dibuang Inter Milan.
Sebelumnya Emil dipinjamkan ke Inter Milan. Namun, Nerazzurri tidak mengaktifkan pembelian permanen, sehingga kiper kelahiran Mataram ini akan kembali ke Sampdoria yang berkompetisi di Serie B atau kasta kedua Liga Italia.
Berita Terkait
-
Dikabarkan Gabung AZ Alkmaar, Harga Pasar Thom Haye Tak Kalah dari Saingannya
-
Fakta Emil Audero, Kiper Keturunan Mataram NTB yang Merumput di Eropa dan Gagal Bela Timnas Indonesia
-
Sosok yang Pimpin Timnas Indonesia di Piala AFF 2024 Sejauh Ini Bukan Nova Arianto atau Indra Sjafri
-
Rekan Baru Nathan Tjoe-A-On di Swansea City Ternyata Punya Koneksi dengan Timnas Indonesia
-
Harga Pasaran Emil Audero Mulyadi Terkini, Nilainya Jauh Dibanding Kiper Naturalisasi yang Bersiap Bela Timnas Indonesia
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati