Suara.com - Pemain muda Thailand, Masato Sugiharto, mengakui dirinya memiliki darah Indonesia usai membubuhkan bendera Tanah Air di bio Instagram-nya.
Lewat bio Instagram-nya itu, pemain yang baru berusia 15 tahun tersebut memasukkan dua bendera yakni bendera Indonesia dan Thailand.
Diketahui, dua simbol bendera Indonesia dan Thailand itu menandakan asal serta kebangsaan yang dimilikinya saat ini.
Anehnya, Masato Sugiharto justru tak memasukkan bendera Belanda pada bio Instagram-nya. Padahal, dirinya diketahui pernah tinggal di negeri Kincir Angin itu.
Melansir dari laman Transfermarkt, Masato Sugiharto pernah berkarier di Belanda dengan bermain untuk akademi FC Eindhoven.
Barulah pada awal tahun 2024 ini, ia dan beserta keluarganya hijrah ke Thailand dan melanjutkan kariernya di klub Pattaya Dolphins United.
Karena pernah tinggal di Belanda, Masato Sugiharto pun memegang dua kewarganegaraan, mengingat Thailand mengizinkan warga negaranya memiliki kewarganegaraan ganda.
Tak banyak informasi mengenai latar belakang Masato Sugiharto, termasuk dari mana darah Indonesia yang mengalir pada tubuhnya.
Hanya saja, media Thailand yakni Ball Thai, mengabarkan bahwa Masato Sugiharto hanya punya darah Thailand-Belanda.
Dalam laporannya, Masato Sugiharto didatangkan oleh Pattaya United untuk dibina agar bisa menembus tim senior pada masa yang akan datang.
Saat didatangkan, Masato Sugiharto tak sendiri. Ada pula pemain berdarah Thailand-Belanda lainnya yakni Jamie de la Croix yang juga diboyong Pattaya United.
Diminta Netizen Bela Indonesia?
Karena menyematkan bendera Indonesia, banyak netizen Tanah Air yang kemudian memenuhi kolom komentar unggahan Masato Sugiharto.
Pada umumnya, netizen Indonesia menyematkan akun orang-orang dari PSSI, Menpora, hingga para pelatih tim nasional seperti Nova Arianto dan Shin Tae-yong.
Komentar-komentar itu pun menandakan bahwa netizen Indonesia ingin agar pihak-pihak terkait mengajak Masato Sugiharto membela tim Merah Putih, terutama untuk Timnas Indonesia U-16.
Berita Terkait
-
Lama Tak Dipanggil STY, Gelandang Rp5,21 M Ini Dinilai Salah Satu Pemain Aboard Paling Sukses Berkarier di Luar Negeri
-
Alasan Mengejutkan Indra Sjafri Coret Ji Da Bin dari Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 2024
-
Elkan Baggott Masih Penting untuk Timnas Indonesia, PSSI Diminta Luluhkan Hati Shin Tae-yong
-
Mundur dari Malaysia, Kim Pan-gon Tak 'Berjodoh' Duel Lawan Timnas Indonesia dan Shin Tae-yong
-
Siapa Tristan Schenkhuizen? Gelandang Keturunan Indonesia Dapat Kontrak Profesional dari Klub Eredivisie Belanda
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga
-
Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan
-
Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat
-
Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan