Suara.com - Kiper kelahiran Belanda, Maarten Paes, yang akan segera menjadi andalan Timnas Indonesia, menambah daftar penjaga gawang naturalisasi di Asia Tenggara.
Setelah tertunda, Paes akhirnya memenuhi syarat untuk pindah federasi ke PSSI melalui gugatan di CAS, sehingga kiper FC Dallas ini bisa memperkuat skuad Merah Putih dalam laga Grup C Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Arab Saudi dan Australia.
Dengan hadirnya Paes, persaingan kiper naturalisasi di ASEAN semakin ketat. Berikut ulasan dari Suara.com.
Timnas Vietnam memiliki kiper naturalisasi, Filip Nguyen, yang lahir di Praha, Ceko, pada 14 September 1992.
Filip, yang pernah dipanggil Timnas Ceko namun batal debut karena pandemi, akhirnya memilih Vietnam pada 2023.
Sejak debut pada Januari 2024, Filip menjadi andalan Vietnam di berbagai kompetisi, termasuk Piala Asia 2023 dan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Dia telah tampil tujuh kali bersama The Golden Star, termasuk dalam dua kekalahan melawan Timnas Indonesia.
Maarten Paes
Baca Juga: Cuplikan Gol Timnas Indonesia U-17 Hajar India: Matthew Baker Hampir Blunder, Mierza Pahlawan
Maarten Paes akan bergabung dengan deretan kiper naturalisasi di Asia Tenggara dan segera debut bersama Timnas Indonesia.
Kiper 26 tahun ini tampil reguler di FC Dallas musim ini, dengan 25 penampilan di MLS, tiga di US Open Cup, dan dua di Leagues Cup 2024.
Menurut Transfermarkt, Paes kebobolan 46 kali, mencatat enam cleansheet, dan dua penyelamatan penalti.
Neil Etheridge, salah satu kiper naturalisasi pertama yang menonjol di Asia Tenggara, adalah sosok yang disegani berkat rekam jejaknya di Liga Inggris, bermain untuk klub-klub seperti Fulham dan Cardiff City.
Kini, dia bermain di Thailand bersama Buriram United. Etheridge, yang pernah bermain untuk Timnas Inggris U-16, telah mengumpulkan 81 caps sejak debutnya dengan Timnas Filipina pada Mei 2008 dan menjadi kiper utama.
Berita Terkait
-
Cuplikan Gol Timnas Indonesia U-17 Hajar India: Matthew Baker Hampir Blunder, Mierza Pahlawan
-
Blackpool Kebobolan 7 Gol Selama Mainkan Elkan Baggott, Shin Tae-yong Ambil Keputusan Tepat?
-
Miris! Dulu di Lazio dan Diprediksi Bela Timnas Indonesia, Lorenzo Pace Kini Main Tarkam
-
Kompak, Para Pemain Timnas Indonesia yang Abroad Dipercaya Berlaga Penuh Bersama Klubnya
-
Mengenal Lebih Dekat Mauro Zijlstra: Profil, Orang Tua, dan Perjalanan Karier Calon Striker Timnas Indonesia
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati