Suara.com - Klub kasta teratas Liga Belanda (Eredivisie), NAC Breda, memiliki pemain keturunan berdarah Batak Toba dan Finlandia bernama Noha Pohan Simangunsong.
Noha Pohan Simangunsong berposisi sebagai gelandang serba bisa yang mampu tampil di pos gelandang serang, gelandang tengah dan gelandang bertahan.
Saat ini, Noha Pohan Simangunsong masih berusia 14 tahun. Dia bermain untuk klub muda NAC Breda di kategori U-15.
Mengutip dari berbagai sumber, Noha Pohan Simangunsong memiliki darah Indonesia dari ayahnya. Sementara ibunya berasal dari Finlandia.
Meski masih berusia 14 tahun, pemain kelahiran Jakarta, 12 Maret 2010 itu sudah memiliki tinggi badan 1,72 meter.
Merujuk namanya, Noha bisa diketahui sebagai pemain berdarah Indonesia yang punya asal usul dari Sumatera.
Simangunsong diketahui merupakan salah satu marga Batak Toba yang berasal dari daerah Balige, Toba sebagaimana dikutip dari laman ensiklopedia Universitas STEKOM Semarang.
Melihat usianya, Noha Pohan Simangunsong jelas bisa menjadi opsi bagi tangan kanan Shin Tae-yong, Nova Arianto untuk memperkuat Timnas Indonesia U-17.
Sebagai informasi, Nova selain menjadi asisten Shin Tae-yong di timnas senior, juga mendapatkan mandat memimpin Timnas Indonesia U-17.
Baca Juga: Jelang Lawan Timnas Indonesia, Roberto Mancini Mulai Bekerja Siapkan Taktik
Timnas Indonesia U-17 saat ini tengah menjalani persiapan menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2025 yang akan berlangsung di pada 19-27 Oktober 2024.
Anak asuh Nova Arianto telah menghadapi India U-17 dalam laga uji coba Minggu (25/8) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali dan berhasil menang 3-1.
Malam ini, Selasa (28/8/2024), Garuda Asia akan kembali menghadapi India dalam laga uji coba di venue yang sama.
Profil Noha Pohan Simangunsong
Nama: Noha Pohan Simangunsong
Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 12 Maret 2010 (14 Tahun)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey