Suara.com - Sejumlah kompetisi elite di Eropa sampai saat ini masih membuka jendela transfernya. Ini menjadi kesempatan bagi gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, untuk segera mencari pelabuhan baru.
Thom Haye memang harus bergerak cepat untuk segera mendapatkan klub baru setelah pemain berusia 29 tahun ini resmi meninggalkan klub lamanya, SC Heerenveen, pada akhir musim 2023/2024 lalu.
Sebab, saat ini mayoritas kompetisi elite di Eropa mulai memasuki masa-masa akhir bursa transfer. Itulah sebabnya, Thom Haye harus segera mengambil keputusan jika tak ingin menjadi pengangguran.
Beriktu Suara.com menyajikan kompetisi di Eropa yang masih membuka bursa transfernya untuk menjadi pelabuhan baru bagi Thom Haye pada musim 2024/2025.
1. Premier League (Inggris)
Di Inggris, bursa transfer masih dibuka sampai saat ini. Thom Haye patut mempertimbangkan tantangan baru di Liga Inggris, baik kasta tertinggi maupun kasta kedua.
Menurut jadwal, bursa transfer musim panas yang telah dibuka sejak 14 Juni 2024 akan segera ditutup pada 2 September 2024. Artinya, masih ada waktu satu hari bagi Thom Haye.
2. La Liga (Spanyol)
Selain itu, ada pula Liga Spanyol yang sampai saat ini membuka peluang bagi Thom Haye untuk mencari pelabuhan baru di kompetisi Negeri Matador.
Baca Juga: Update Klasemen Liga Inggris: Lewati Arsenal, Brigton Tempel Ketat Manchester City
Sama seperti di Inggris, jendela perpindahan pemain untuk Liga Spanyol atau La Liga akan berakhir pada 2 September 2024. Artinya, deadline day sudah dekat.
3. Bundesliga (Jerman)
Thom Haye juga bisa mempertimbangkan peluang untuk berkompetisi di Liga Jerman alias Bundesliga. Kompetisinya memang cukup menantang karena persaingannya ketat.
Menurut jadwal, jendela transfer musim panas Bundesliga yang sudah dimulai sejak 1 Juli 2024 bakal berakhir pada September 2024.
4. Ligue 1 (Prancis)
Selanjutnya, kompetisi elite Eropa yang bisa menjadi tujuan baru bagi Thom Haye setelah meninggalkan SC Heerenveen ialah Ligue 1 atau kompetisi kasta tertinggi Prancis.
Berita Terkait
-
Update Klasemen Liga Inggris: Lewati Arsenal, Brigton Tempel Ketat Manchester City
-
Termasuk Pratama Arhan, Timnas Indonesia Dipenuhi Pemain Miskin Menit Bermain Jelang Lawan Arab Saudi, Lalu Siapa Lagi?
-
Update Klasemen Serie A Italia: Inter Milan Memimpin, Venezia Sedang Terpuruk
-
Eks Striker Timnas Brasil U-20 Punya Mimpi Bela Timnas Indonesia
-
Performa Kadek Arel Kian Gemilang di Timnas U-20, Jadi Penerus Rizky Ridho?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati