Suara.com - Nama pemain keturunan Indonesia yang berkarir di Eropa kembali bertambah dengan munculnya Jaden de Guzman. Dengan usia dan pengalamannya, sang gelandang berpotensi menggusur Marselino Ferdinan andai memperkuat Timnas Indonesia.
Jaden de Guzman baru berusia 17 tahun, sehingga bisa diproyeksikan untuk masuk skuad Timnas Indonesia U-20. Ke depan, potensinya juga bisa jadi pondasi untuk Timnas U-23 dan senior.
Dikutip dari informasi akun Instagram @pemainketurunan, disebutkan kalau Jaden mengenal beberapa pemain muda yang kini ada di Timnas Indonesia seperti Rafael Struick, Ivar Jenner dan Justin Hubner.
Dia berposisi sebagai gelandang tengah maupun serang, tempat yang sama dan sering dimainkan oleh Marselino Ferdinan di Timnas Indonesia.
Lantas, seperti apa latar belakang dari Jaden de Guzman ini?
Profil
Jaden Noah de Guzman lahir di Belanda pada 18 Januari 2007. Saat ini ia bermain di tim junior PSV Eindhoven dengan posisi gelandang serang.
Lahir dan besar di Belanda, Jaden ternyata punya darah keturunan Filipina dan Indonesia. Darah Indonesia berasal dari nenek sang ibu.
Sedangkan darah Filipina berasal dari kakek sang ayah. Jaden Noah merupakan anak pertama dari eks pemain Timnas Belanda, Jonathan de Guzman.
Baca Juga: Profil dan Agama Maouri Simon, Pemain Blasteran Prancis-Indonesia yang Moncer Bersama Timnas U-20
Menyitat Transfermarkt, Jaden de Guzman diduga lahir di Kanada, menyusul profilnya yang disebut berkewarganegaraan ganda yakni Belanda-Kanada.
Selama berkarier, ayah Jaden, Jonathan de Guzman pernah membela klub-klub top Eropa seperti Villarreal, Feyenoord, Napoli, Eintracht Frankfurt hingga kini bermain di Eredivisie bersama Sparta Rotterdam.
Karir Sepak Bola Jaden de Guzman
Karir sepak bolanya dimulai dengan bergabung ke akademi Feyenoord, lalu ia bergabung dengan tim junior PSV pada Juli 2022.
Potensinya langsung terlihat dengan bukti promosi ke Tim U-17 PSV setahun kemudian. Pada Januari 2024 lalu, Jaden promosi ke Tim U-18 PSV.
Musim lalui ia menjadi pemain inti dari PSV U-18, sekaligus memainkan debut profesionalnya bersama Jong PSV di divisi kedua (Eerste Divisie).
Tag
Berita Terkait
-
Adu Skill Wahyu Prasetyo vs Elkan Baggott, Statistik Ini Bisa Jadi Bukti Keputusan Shin Tae-yong Tepat!
-
Akhirnya! Thom Haye Kasih Update Nasibnya Usai Gagal Berlabuh ke Dinamo Zagreb dan Besiktas, Dia Bilang...
-
2 Aspek yang Wajib Disoroti Timnas Indonesia Jelang Lawan Arab Saudi, Waspada tapi Jangan Inferior!
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati