Suara.com - Shin Tae-yong mengabaikan satu pemain keturunan asal Mojokerto? Zico Jamai Soree yang sempat direkomendasikan untuk dinaturalisasi oleh pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Di akhir November 2022 lalu, Shin Tae-yong selaku pelatih Timnas Indonesia merekomendasikan sosok Zico Jamai Soree untuk dinaturalisasi PSSI.
Hal itu dilakukan agar Zico Jamai Soree bisa membela Timnas Indonesia tampil di Piala Asia U-20 dan Piala Dunia U-20 2023.
Penampilan Zico Soree bahkan sudah dipantau langsung oleh Indra Sjafri di Belanda, yang saat itu masih menjadi Direktur Teknik PSSI.
Zico Soree juga sempat mengikuti TC Timnas Indonesia U-20 di Spanyol dan tampil dalam beberapa laga uji coba termasuk melawan Slovakia.
Meski begitu, namanya seolah lenyap bak ditelan bumi apalagi bergabung dengan Timnas Indonesia lagi, sehingga dianggap telah diabaikan Shin Tae-yong.
Siapa Itu Zico Soree?
Zico Jamai Soree merupakan pemain keturunan Indonesia dengan garis keturunan dari sang nenek yang berasal dari Mojokerto, Jawa Timur.
Pemain ini sebenarnya sudah lama berminat menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan bermain membela Timnas Indonesia.
Baca Juga: Marc Klok Prediksi Begini Nasib Timnas Indonesia Lawan Arab Saudi dan Australia: Berat, Berat Sekali
Lahir di Zwolle, Belanda, pada 29 Januari 2003, usianya saat ini baru 21 tahun dan bermain untuk tim PEC Zwolle U-21.
Berposisi sebagai penyerang tengah, namun kualitas Zico Soree juga membuatnya dapat dimainkan sebagai winger kiri atau kanan.
Gagal Dinaturalisasi
Kepastian Zico Soree batal dinaturalisasi diungkapkan langsung Indra Sjafri, ia menyebut sang pemain telah dicoret.
Saat itu PSSI hanya memutuskan untuk menaturalisasi Rafael Struick dan proses pergantian kewarganegaraan saat itu sudah berjalan.
"Zico dicoret. Saya atau PSSI menunggu dari coach Shin Te-yong. Kalau memang cukup tiga ya tiga," ucap Indra Sjafri.
Berita Terkait
-
Marc Klok Prediksi Begini Nasib Timnas Indonesia Lawan Arab Saudi dan Australia: Berat, Berat Sekali
-
Dibanding Klub Liga Champions, NAC Breda Punya 'Kartu Rahasia' untuk Datangkan Thom Haye
-
Kelemahan Roberto Mancini di 5 Kekalahan Arab Saudi: Keok Lawan Formasi 4-2-3-1
-
Kenapa Maarten Paes Latihan Sendiri Jelang Timnas Indonesia vs Arab Saudi? STY Singgung Kondisi Sang Kiper
-
The Professor hingga Bintang Serie A, 4 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Dijamin Bikin Arab Saudi Kena Mental
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey