Suara.com - Sosok penjaga gawang muda yang disebut-sebut memiliki keturunan Ngawi dan Padang, Ryan Brühns, belakangan ini tengah menjadi perbincangan publik untuk calon pemain naturalisasi.
Ryan Brühns memang tengah menuai sorotan lantaran statusnya saat saat ini tengah berkarier bersama klub Liga Belanda, FC Dordrecht U-18. Potensi pemain ini diharapkan bisa dipantau oleh PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Dari informasi yang dihimpun oleh akun Instagram @pemain_keturunan, Ryan Brühns diketahui memiliki keturunan Indonesia dari ayahnya. Sang kakek dari pihak ayahnya itu berasal dari Ngawi, Jawa Timur.
Sementara itu, nenek dari keluarga ayahnya bersama dari Padang yang kemudian tinggal di Jakarta. Garis keturunan inilah yang memungkinkan Ryan Brühns untuk memperkuat Timnas Indonesia di masa depan.
Apabila merujuk dari data yang disajikan oleh situs Transfermarkt, Ryan Brühns mengawali kariernya di sepak bola bersama klub bernama DVO ’60. Namun, pada tahun 2014, dia pindah menuju RBC Roosendaal.
Di klub tersebut, pemain yang tercatat lahir pada 23 September 2006 ini berlatih selama kurang lebih lima tahun. Berikutnya, dia memutuskan untuk angkat kaki dan berlabuh bersama akademi milik Dordrecht.
Ryan Brühns sukses menapaki sejumlah jenjang di klub tersebut. Dia awalnya mendapatkan kesempatan promosi ke level U-17 pada Juli 2022. Setahun berselang, dia sukses naik level ke Dordrecht U-18.
Karena statusnya yang masih berada di level junior, belum ada banyak data yang bisa dihimpun untuk menelusuri jejak menit bermainnya bersama Dordrecht U-18.
Yang jelas, penjaga gawang yang kini berusia 17 tahun itu berstatus ‘eligible’ atau memenuhi syarat apabila menjalani proses naturalisasi menjadi warga negara Indonesia (WNI).
Baca Juga: Siapa Sem Dekkers? Pemain Keturunan Maluku Sempat Dilirik STY, Bisa Saingi Calvin Verdonk
Biodata Ryan Brühns
Lengkap : Ryan Brühns
Tempat Lahir: Belanda
Tanggal Lahir: 23 September 2006
Usia : 17 tahun
Kebangsaan: Belanda
Berita Terkait
-
Siapa Sem Dekkers? Pemain Keturunan Maluku Sempat Dilirik STY, Bisa Saingi Calvin Verdonk
-
Foto Sesi Latih Tanding Timnas Indonesia Diduga Bocor, Potensi Taktik Dibaca Arab Saudi
-
Melaju Bak Peluru Sulit Dihentikan, Statistik Mentereng 3 Winger Timnas Indonesia untuk Hadapi Arab Saudi
-
Siapa Zico Jamai Soree? Striker Keturunan Mojokerto yang Dicampakkan Shin Tae-yong
-
Marc Klok Prediksi Begini Nasib Timnas Indonesia Lawan Arab Saudi dan Australia: Berat, Berat Sekali
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati