Suara.com - Timnas Indonesia makin memiliki banyak opsi pemain keturunan yang bisa direkrut untuk kebutuhan tim. Terbaru, ada nama Thomas Poll yang terang-terangan mengaku terbuka membela Garuda.
Hal itu diungkapkan Thomas Poll saat diwawancarai YouTuber Indonesia, Yussa Nugraha dalam video yang tayang di YouTube pada Senin (21/10/2024) sore WIB.
"Tentu saya terbuka [untuk membela Timnas Indonesia] karena itu suatu hal yang sangat bagus," kata Thomas Poll.
"Jadi kalau waktu itu akan tiba dan aku bisa memilih, aku akan terbuka. Jadi saya juga penasaran bagaimana nantinya,"{ tambah pemain berposisi bek sayap kiri ini.
Asal Usul Darah Indonesia Thomas Poll
Thomas Poll menjelaskan bahwa dirinya memiliki darah Indonesia dari pihak ayahnya. Sang kakek merupakan orang asli Indonesia yang lahir di Bogor, Jawa Barat.
Sang kakek lahir di Indonesia pada 1946 dan pergi ke Belanda saat berusia dua tahun hingga akhirnya menetap di Negara Kincir Angin itu.
"Kakek saya sudah meninggal. Dia pindah ke Belanda saat berusia 2 tahun pada 1948," kata Thomas Poll menjelaskan dari mana darah Indonesia berasal di keluarganya.
"Jadi [darah Indonesia] dari sisi keluarga ayah saya. Saya ada darah Indonesia," tambahnya.
Baca Juga: Takut Bermain di Indonesia, Timnas Bahrain Jadi Bahan Ejekan Suporter Malaysia, Begini Katanya
Lebih jauh, Thomas Poll mengaku tidak terlalu memantau perkembangan Timnas Indonesia, tetapi tahu beberapa pemain keturunan yang bermain di sana.
"Yang bermain di sana (Timnas Indonesia) Ragnar Oratmangoen. Kamu telah melihatnya," kata Poll.
"Dia datang ke Groningen saat saya sudah pergi. Tapi saya mengenal dia karena kami pernah sama-sama berada di satu agensi yang sama," jelasnya.
Posisi Favorit di Lapangan
Thomas Poll menegaskan dirinya sangat menyukai bermain di pos bek sayap kiri. Posisi itu disebutnya menyenangkan karena bisa mengakomodir karakternya yang agresif dan berani menyerang.
"Bek sayap kiri adalah posisi yang menurut saya paling nyaman. Saya juga suka untuk ikut menyerang," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan