Suara.com - Perbandingan statistik gelandang keturunan Indonesia, Tijjani Reijnders, dengan pemain bintang Real Madrid, Jude Bellingham, menjadi salah satu hal menarik yang layak diulas setelah pertemuan Real Madrid vs AC Milan di ajang Liga Champions 2024/2025.
Pasalnya, Tijjani Reijnders menjadi salah satu pemain yang tampil mencolok saat AC Milan berhasil mempermalukan tuan rumah Real Madrid dalam duel yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Rabu (6/11/2024), dini hari WIB.
Dalam pertandingan tersebut, AC Milan yang berstatus sebagai tim tamu sukses menggondol tiga poin setelah unggul 3-1 atas Real Madrid. Efektivitas I Rossoneri menjadi kunci kemenangan atas Los Blancos yang tampil di hadapan puluhan ribu suporternya.
Tiga gol I Rossoneri pada pertandingan ini dicetak oleh Malick Thiaw (12’), Alvaro Morata (39’), dan Tijjani Reijnders (73’). Adapun satu-satunya gol Real Madrid disumbangkan oleh Vinicius Junior lewat titik putih (23’).
Tijjani Reijnders pun langsung menjadi perhatian publik pencinta sepak bola di Indonesia karena penampilan apiknya. Bahkan, dia punya statistik yang lebih mentereng ketimbang Jude Bellingham. Berikut Suara.com menyajikan ulasannya.
Statistik Jude Bellingham
Jika dibandingkan Tijjani Reijnders, performa Jude Bellingham tak baik-baik amat. Gelandang Timnas Inggris ini tampil sebagai starter, tapi tak bisa menuntaskan laga hingga akhir karena diganti pada menit ke-74.
Sepanjang laga, Bellingham mengukir 64 sentuhan. Akurasi operannya menghasilkan 44 umpan sukses dari 50 percobaan. Dengan kata lain, ia mencatatkan persentase kesuksesan sebesar 88%.
Dia juga melepaskan satu tembakan, tetapi tidak tepat sasaran. Dribelnya beberapa kali merepotkan lawan. Dari empat percobaan, ada tiga drible sukses yang dihasilkan pemain asal Inggris ini.
Baca Juga: Belum Ada Satu Bulan! Real Madrid Didesak Ganti Santiago Bernabeu Jadi Santiago Bernadya
Bellingham juga berhasil memenangi lima kali duel di darat. Dia mencatat dua intersep, satu tekel selama berjuang di atas lapangan.
Statistik Tijjani Reijnders
Performa yang diukir Tijjani Reijnders memang termasuk istimewa pada pertandingan ini. Bahkan, menurut data situs Sofascore, dia menduduki peringkat ketiga pemain AC Milan dengan rating terbaik.
Gelandang kelahiran Belanda itu mencatatkan rating sebesar 7,6. Tijjani Reijnders hanya kalah dari Mike Maignan (8,9) dan Rafael Leao (7,9). Ini membuktikan betapa istimewanya Tijjani pada pertandingan ini.
Selain menyumbangkan satu gol pada menit ke-73, dia mencatatkan 61 kali sentuhan. Akurasi umpannya juga termasuk tinggi karena mencapai 51 umpan sukses dari 52 percobaan. Artinya, persentase kesuksesannya mencapai 98%.
Tak hanya itu, Tijjani juga membuat dua kali umpan sukses. Umpan lambungnya juga selalu menemui sasaran sebanyak lima kali. Sepanjang laga, dia melepaskan total 2 tembakan tepat sasaran.
Penampilannya selama 90 menit itu memang layak diganjar apresiasi yang tinggi. Apalagi, berkat kehadirannya di lini tengah, I Rossoneri bisa menang meyakinkan di kandang lawan.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
-
Belum Ada Satu Bulan! Real Madrid Didesak Ganti Santiago Bernabeu Jadi Santiago Bernadya
-
Man City Memalukan, Pep Guardiola Adu Bacot dengan Pemain Sendiri
-
Bukan Tijjani Reijnders, 3 Pemain Maluku Ini Lebih Dulu Cetak Gol ke Gawang Real Madrid
-
Real Madrid Disikat AC Milan, Carlo Ancelotti Kibarkan Bendera Putih?
-
Statistik Pemain Keturunan Ryan Flamingo vs Girona di Liga Champions: Cetak Gol, Rating 8.3
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Jurgen Klopp Buka Peluang Latih Timnas Jerman
-
Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru
-
Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia
-
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
-
Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun
-
Mariano Peralta Pilih Persib Dibanding Persija karena Ingin Tampil di Asia?
-
Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan