Suara.com - Semen Padang tengah gencar mempersiapkan skuad untuk putaran kedua Liga 1 2024. Kabau Sirah dikabarkan mengincar bek kiri Timnas Indonesia, Pratama Arhan, untuk memperkuat lini belakang.
Jika transfer ini terwujud, Semen Padang berpotensi mengikuti jejak Malut United yang sukses mendatangkan dua bersaudara Sayuri.
Kabar ketertarikan Semen Padang pada Pratama Arhan semakin santer terdengar setelah sang pemain mengisyaratkan akan meninggalkan klubnya saat ini, Suwon FC.
Kedekatan keluarga Pratama Arhan dengan manajemen Semen Padang, khususnya sosok Andre Rosiade, semakin memperkuat rumor transfer ini.
Tak hanya Semen Padang, beberapa klub Liga 1 lainnya juga dikabarkan tertarik pada bek muda berbakat ini.
Namun, peluang Semen Padang untuk mendapatkan tanda tangan Pratama Arhan dinilai cukup besar.
Pasalnya, jika bergabung dengan Semen Padang, Pratama Arhan akan berkesempatan bermain bersama kakaknya, Dimas Roni, yang sudah lebih dulu memperkuat tim kebanggaan Ranah Minang tersebut.
Duo bersaudara Arhan di lini belakang Semen Padang tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar sepak bola Indonesia.
Kombinasi antara kecepatan, skill, dan kemampuan crossing Pratama Arhan, serta pengalaman dan kepemimpinan Dimas Roni, diyakini akan menjadi kekuatan baru bagi Semen Padang.
Baca Juga: Hengkang dari Suwon FC, Pratama Arhan Penuhi Janji Balik ke Klub Rp 59,97 Miliar atau 'Berkhianat'?
Profil Singkat Pratama Arhan
Nama Lengkap: Pratama Arhan Alif Rifai
Posisi: Bek Kiri
Klub Saat Ini: Suwon FC (Korea Selatan)
Usia: 22 Tahun
Negara Asal: Indonesia
Prestasi: Pernah memperkuat Timnas Indonesia di berbagai level usia, dikenal dengan kemampuan crossing yang akurat dan kecepatannya.
Dengan bergabungnya Pratama Arhan, Semen Padang berambisi untuk keluar dari zona degradasi dan kembali bersaing di papan atas klasemen Liga 1.
Langkah ini juga menunjukkan keseriusan Semen Padang dalam membangun tim yang solid dan berdaya saing tinggi.
Profil Dimas Roni, kakak Pratama Arhan
Dimas Roni Saputra merupakan kakak kandung Pratama Arhan yang lahir di Blora pada tanggal 15 September 1996 atau saat ini berusia 28 tahun.
Berbeda dengan sang adik yang bermain sebagai bek kiri, Dimas Roni justru bermain sebagai gelandang dan kerap dipasang sebagai gelandang bertahan.
Karir Dimas Roni sendiri juga berbeda jauh ketimbang sang adik.
Saat Arhan menembus tim Liga 1 di awal karirnya, sang kakak justru bermain di tim-tim kasta bawah hampir di seluruh karirnya.
Dimas Roni memulai karirnya di tim tanah kelahirannya, Persikaba Blora dan berlanjut ke tim daerah tetangganya, yakni Persipur Purwodadi.
Dari Persipur, Dimas Roni melanjutkan karirnya ke tim kasta kedua, Persibo Bojonegoro pada tahun 2021 lalu dan bertahan selama semusim.
Semusim membela Persibo, Dimas Roni kembali bermain di tim kasta ketiga, yakni PSM Madiun dan bertahan hingga 2023.
Barulah pada pertengahan tahun 2023, Dimas Roni bergabung Semen Padang yang saat itu tampil di Liga 2 2023/2024.
Di Liga 2 2023/2024, Dimas Roni mampu menjadi andalan Semen Padang dan berhasil menjaringkan satu gol bagi Kabau Sirah.
Penampilan apiknya itu membuat Semen Padang mempertahankannya pasca promosi ke Liga 1 2024/2025.
Nahas, Dimas Roni justru tak pernah mendapat kesempatan untuk merasakan penampilan perdananya di Liga 1.
Setelah menunggu selama 10 pekan, barulah Dimas Roni merasakan atmosfer Liga 1 untuk pertama kalinya pasca diturunkan Eduardo Almeida sebagai starter saat melawan Persib Bandung.
Di laga tersebut, Dimas Roni tampil apik sebagai gelandang bertahan dan membawa Semen Padang meraih satu poin dari markas Persib usai bermain imbang 1-1.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati