Suara.com - Kendala bahasa menjadi salah satu alasan mengapa pelatih-pelatih Brasil tak bisa mengukir kesuksesan seperti para pesepak bola asal Brasil. Hal ini juga selaras dengan nasib Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.
Selama ini, salah satu kendala yang dihadapi Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia memang berkaitan dengan kendala bahasa. Pelatih asal Korea Selatan itu tidak bisa menggunakan bahasa Inggris.
Hal ini tentu dinilai menjadi salah satu kendala yang menghambat komunikasi Shin Tae-yong dengan berbagai pihak, baik itu dengan pemain maupun awak media. Sebab, apa yang disampaikan oleh STY tak sepenuhnya bisa dikonversi dengan makna yang sama oleh interpreternya.
Kasus semacam ini memang memiliki pertautan dengan nasib pelatih-pelatih asal Brasil. Sebab, jika dibandingkan pesepak bola asal Negeri Samba yang banyak meraih kesuksesan, juru taktik asal Brasil cenderung tak semoncer pemainnya.
Dalam sebuah ulasan yang mendalam, media ternama asal Amerika Serikat, membedah secara komprehensif alasan pelatih asal Brasil yang tak bisa meraih kesuksesan ketika mereka memutuskan berkarier di luar negeri.
Salah satu alasan dari fenomena ini ialah ‘Language Barrier’ alias hambatan bahasa. Pelatih-pelatih asal Portugal cenderung tak bisa menggunakan bahasa asing yang digunakan secara internasional seperti Inggris dan Spanyol.
Mereka menganggap dirinya sebagai bangsa yang besar, sehingga tak perlu mahir berbahasa asing. Ini malah menjadi kendala tersendiri bagi pelatih-pelatih asal Brasil itu untuk meniti karier yang bersinar di Eropa.
“Kelihatannya sederhana tetapi sebagian besar pelatih Brasil tidak berbicara bahasa Inggris atau Spanyol. Brasil adalah negara yang sangat besar, seperti halnya Amerika Serikat,” tulis ulasan yang dirilis oleh ESPN tersebut.
“Tidak ada tekanan atau keharusan nyata untuk mempelajari bahasa asing. Melawan kebijaksanaan konvensional dan menunjuk pelatih dari Brasil sudah cukup sulit. Harus melakukannya melalui penerjemah? Sekali lagi, itu rintangan tambahan,” lanjutnya.
Baca Juga: Kevin Diks Absen Lawan Arab Saudi, Sandy Walsh Opsi Terakhir Bek Kanan?
Di tengah situasi ini, opsi terbaik yang bisa dituju oleh pelatih asal Brasil adalah Portugal karena kesamaan bahasa ibu yang digunakan. Akan tetapi, berkarier di Portugal juga tetap saja menyajikan tantangan tersendiri.
Pasalnya, Portugal selama beberapa tahun terakhir juga berhasil memunculkan pelatih-pelatih hebat. Sehingga, ruang gerak bagi juru taktik asal Brasil jadi semakin menyempit karena persaingan yang ketat tersebut.
“Kebetulan, Portugal tampaknya menjadi tempat pendaratan yang jelas bagi pelatih Brasil (seperti yang sering terjadi bagi pemain), tetapi hanya ada segelintir dalam beberapa tahun terakhir, mungkin karena Portugal sendiri menghasilkan begitu banyak pelatih,” tulisnya.
Kembali ke kasus Shin Tae-yong yang tidak bisa berbahasa Indonesia meski sudah nyaris lima tahun menjadi pelatih skuad Garuda. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai ia tidak bisa memberikan penilaian. Karena yang lebih berwenang adalah para pemain dan ofisial.
"Oh, saya gak bisa bicara mengenai itu yang bisa bicara dari official dan pemainnya. Saya komunikasi dengan Coach STY ya pakai bahasa Indonesia dan bahasa Inggris lewat translatornya,” kata Erick Thohir.
"Jadi saya tidak bisa, apakah ini menjadi sebuah hambatan, saya tidak mau terjebak dalam diskusi yang mungkin terlalu detail," lanjut Erick Thohir saat ditemui awak media di Jakarta, Rabu (18/11/2024).
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
-
Kevin Diks Absen Lawan Arab Saudi, Sandy Walsh Opsi Terakhir Bek Kanan?
-
Here We Go! Rumor Kevin Diks Pindah ke Bundesliga Mendekati Kenyataan
-
Garuda Diprediksi Keok dari Arab Saudi, Peluang Tipis ke Piala Dunia?
-
Kevin Diks Cedera Absen Lawan Arab Saudi, Erick Thohir Singgung Lapangan Stadion GBK
-
3 Pemain Arab yang Perlu Diwaspadai, Ada Striker Seharga Rp104,29 Miliar
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Kansas City Diserbu 650 Ribu Fans Piala Dunia 2026, Pemkot Gratiskan Alat Transportasi Publik
-
Jaga Keamanan Piala Dunia 2026, Meksiko Kerahkan Robot Anjing Atasi Perusuh
-
Bobotoh Away Day ke Thailand, Bojan Hodak Senang Persib Tak Sendirian
-
Tak Takut Tekanan Tuan Rumah! Teja Paku Alam: Persib Pulang ke Bandung dengan Oleh-oleh Kemenangan
-
Viktor Gyokeres Mulai Panas di Arsenal, Benar-benar Tajam atau Ilusi Semata?
-
MU Punya Pesaing Berat! Juventus Ikutan Kejar Sandro Tonali, Newcastle Jual Mahal
-
Arne Slot Frustrasi! Liverpool Menyerah Kejar Tiket ke Liga Champions?
-
Jadwal Padat Gattuso Demi Tiket Piala Dunia 2026: Tanpa TC, Keliling Dunia Temui Pemain
-
Real Madrid Banyak Protes Soal Wasit, Presiden Interim Barcelona Kasih Sindiran Menohok
-
Masih Ingat Sylvano Comvalius? Eks Striker Bali United Itu Latih Pemain Keturunan Indonesia