Suara.com - Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan resmi dilepas oleh klub asal Korea Selatan, Suwon FC. Ternyata, statistik Arhan selama membela Suwon FC sama mirisnya ketika berkarier di Jepang dengan Tokyo Verdy.
Bahkan, menit tampil Arhan bersama Suwon FC sangat-sangat mengkhawatirkan mengingat dirinya berlabel pemain Timnas Indonesia. Bayangkan saja, sejak bergabung pada 16 Januari 2024, ia cuma main dua kali sebagai pengganti.
Mirisnya lagi, suami Azizah Salsa itu secara keseluruhan cuma bermain selama empat menit. Apesnya lagi, Arhan pernah dihadiahi satu kartu merah.
Sementara ketika membela Tokyo Verdy pada 200-2024, menampilan Pratama Arhan agak lumayan. Ia berlaga empat kali dengan total waktu 255 menit.
Pratama Arhan pernah menjadi starter dan pemain pengganti saat Tokyo Verdy berlaga di J League 2. Kemudian, eks PSIS Semarang itu dua kali tampil di Emperor Cup.
Catatan tampil Arhan di Jepang sejatinya masih mengkhawatirkan. Berharap dapat menit bermain selepas cabut dari Tokyo Verdy, statistik Arhan malahan semakin mengenaskan.
Hal ini berbeda ketika sang pemain memperkuat Timnas Indonesia. Sejak debut pada 2021, ia sudah tampil sebanyak 50 kali.
Belum diketahui ke mana Pratama Arhan akan melanjutkan kariernya. Informasi mengatakan pemain 23 tahun tersebut masih akan merumput di luar negeri.
Akan tetapi, ada kans Pratama Arhan pulang membela tim BRI Liga 1. Sebab, pendaftaran pemain untuk putaran kedua kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air tersebut sudah dibuka.
Baca Juga: Pratama Arhan Tak Temani Azizah Salsha Ski di Jepang, Andre Rosiade: Jangan Ribut!
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan
-
Metode Matematika Prediksi Cristiano Ronaldo Menangis di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juaranya?