Konflik itu kemudian tidak berlarut-larut karena kedua klub akhirnya menyelesaikan dengan cara damai. Law pun kemudian menjadi pemain Torino dan langsung mencetak gol debut saat melawan Vicenza.
Law langsung nyetel dengan gaya permainan Serie A Italia. Ia sukses mencetak 6 gol di 6 laga pertamanya. Termasuk mencetak gol kemenangan di Derby Turin melawan Juventus.
Namun ada sisi lain yang membuat Law tak betah di Italia. Dilansir dari thesefootballtimes, Law merasa tidak cocok dengan kehidupan glamor Italia.
Selain itu, ia merasa taktik dan strategi sepak bola Italia sangat negatif. Ia juga tak suka dengan gaya sinis bek-bek Italia saat berhadapan dengannya.
Kondisi ini juga yang membuat kondisi Law di luar lapangan jadi incaran paparazzi. Hingga muncul insiden ia berkelahi dengan paparazzi. Januari 1962, saat Torino lakoni laga tandang melawan Venezia, Law terlibat perkelahian dengan paparazzi.
Insiden ini berawal saat ia Baker tengah berjalan-jalan di pusat kota Venezia. Mereka diikuti oleh rombongan fotografer. Gerah dengan kelakuan paparazzi ini, Baker kemudian menyerang salah satu fotografer.
Law sebenarnya berusaha untuk melerai namun kemudian keesokan harinya di sejumlah koran muncul foto saat ia baku pukul dengan paparazzi.
Pasca insiden ini, karier Law tidak baik-baik saja. Bahkan ia sempat terlihat kecelakaan maut dengan Baker. Law hanya luka ringan sedangkan Baker sempat koma dan harus pensiun dini.
Kondisi ini diperparah dengan keuangan dan prestasi Torino. Law gerah dan ingin segera pulang ke Inggris. Ia pun kemudian angkat koper dan gabung ke Manchester United dan jadi raja di Old Trafford.
Baca Juga: Legenda Manchester United, Denis Law Meninggal Dunia
Berita Terkait
-
Legenda Manchester United, Denis Law Meninggal Dunia
-
Rizky Ridho Dikaitkan dengan Klub Serie A Italia, Segera Susul Jay Idzes?
-
Angka-angka Menarik Pasca Kemenangan Manchester United: Rekor Amad Diallo
-
Daftar Transfer Musim Dingin Liga Inggris: Liverpool dan Chelsea Minus Pemain Anyar
-
Jay Idzes: Tidak Ada yang Lebih Penting daripada Saya!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey