Bola / Bola Indonesia
Minggu, 02 Februari 2025 | 05:44 WIB
Bekas pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong murka. STY merasa mendapatkan banyak berita tidak benar dari media-media di Indonesia. (IG Shin Tae-yong)

Perdebatan publik semakin memanas dengan munculnya dua kubu yang berseberangan, yakni pendukung Shin Tae-yong yang mengusung tagar #STYStay dan pihak yang mendukung kepergiannya dengan tagar #STYOut.

Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong pamit untuk pulang ke Korea Selatan. (Instagram/@republikindonesia)

Fenomena ini pun menarik perhatian para analis media sosial yang mulai mengkaji dinamika perbincangan tersebut.

Slovenia Istiani, analis media sosial dari Drone Emprit, mengungkapkan bahwa kedua tagar tersebut memiliki indikasi keterlibatan buzzer.

Dalam risetnya, terlihat bahwa percakapan di media sosial tidak sepenuhnya organik, melainkan mendapat dorongan dari akun-akun yang diduga bot.

Slovenia menjelaskan bahwa keberadaan akun-akun ini menguatkan dugaan adanya upaya untuk memengaruhi opini publik terhadap pemecatan Shin Tae-yong.

"Kita lihat di situ juga ada tagar-tagar yang naik ya, naik seperti STY-out, kemudian STY-stay," kata Slovenia saat acara diskusi 'Analisis Percakapan Sepakbola di Media Sosial' di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2025).

“Setelah kami telusuri dari tagar-tagar tersebut, memang di kedua tagar yang menonjolnya STY-out dan STY-stay ini, dua-duanya memiliki buzzer sendiri,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa tagar #STYStay banyak didominasi oleh akun yang telah diprogram secara otomatis untuk mendorong narasi agar PSSI mempertahankan Shin Tae-yong.

Meskipun ada pula akun publik yang benar-benar mendukung sang pelatih, namun pola interaksi menunjukkan indikasi kuat penggunaan buzzer dalam kampanye digital ini.

Baca Juga: Timnas Indonesia Unfollow Shin Tae-yong, Netizen: Ubur-ubur Ikan Lele, Sebulan Juga Belum Leee...

Di sisi lain, tagar #STYOut juga tidak lepas dari pengaruh pihak tertentu.

“Untuk buzzer STY-stay itu sudah saya paparkan tadi bahwa ada identifikasi, memang ada akun-akun bot di situ dan juga akun-akun organik atau akun-akun publik yang kemudian memang menginginkan STY untuk tetap melatih Timnas,” ucap Slovenia.

Kelompok ini mayoritas berisi pengguna yang setuju dengan keputusan PSSI, terutama setelah pernyataan dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang menyebutkan adanya masalah komunikasi antara Shin Tae-yong dan para pemain.

Narasi ini kemudian diperkuat dan diperbanyak melalui berbagai akun di media sosial.

Menanggapi hal ini, Budi Setiawan, pendiri Football Institute, menegaskan bahwa riset mereka menemukan kesamaan pola dengan temuan Drone Emprit.

Ia mengungkapkan bahwa penggunaan buzzer dalam percakapan mengenai pemecatan Shin Tae-yong bukan sekadar opini, melainkan fenomena nyata yang terjadi di media sosial.

Load More