Suara.com - Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor, baru-baru ini mengungkapkan pandangan mendalam mengenai gaya kepelatihannya yang berfokus pada kemenangan, saat hadir dalam acara De Aftrap yang ditayangkan oleh Love Televisie di Belanda.
Alex Pastoor, yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih di Almere City dan AZ Alkmaar, menjelaskan bahwa dirinya melihat diri sebagai seorang ahli strategi yang selalu menargetkan kemenangan.
Baginya, hal utama adalah memastikan setiap keputusan yang diambil memiliki dasar yang jelas dan dapat diandalkan oleh pemain serta klub.
Dalam setiap pertandingan, Alex Pastoor menegaskan bahwa tujuannya adalah meraih kemenangan, namun dengan pendekatan yang terstruktur.
Lebih lanjut, Alex Pastoor mengungkapkan bahwa salah satu prinsip utama dalam gaya permainannya adalah menguasai bola di area kotak penalti lawan dan menjauhkan bola dari wilayah sendiri.
Untuk mencapai ini, Alex Pastoor mempersiapkan tim dengan sangat detail, memperhatikan kualitas tim sendiri, taktik lawan, dan kondisi pertandingan, apakah kandang atau tandang.
Mengenai formasi, Pastoor menegaskan bahwa Alex Pastoor tidak segan-segan untuk menggunakan strategi bertahan, bahkan dengan formasi yang lebih defensif seperti 9-0-1, jika itu akan membawa tiga poin bagi tim.
Namun, ia juga menjelaskan bahwa taktik bertahan, seperti formasi 5-3-2, tidak selalu berarti tim hanya bermain pasif, tergantung pada cara tim bermain dan situasi pertandingan.
"Ketika kami bermain, tentu saja tujuannya untuk menang, tetapi kami juga ingin memenangkan sebanyak mungkin bola di kotak penalti dan sebisa mungkin lawan tidak melakukan hal serupa di kotak penalti kami. Kemudian, anda mendobraknya dan memikirkan bagaimana kita mencapai gaya permainan itu," ujar Alex Pastoor.
Baca Juga: Diajak Melatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor: Kami Seperti Anak-anak
"Itu semuanya tergantung dari pemain yang tersedia, lawan yang dihadapi, kandang atau tandang, siapa pemain terbaik yang sesuai dengan taktik yang diinginkan."
Sebagai bagian dari tim pelatih yang dipimpin oleh Patrick Kluivert, Alex Pastoor memiliki tantangan besar dalam debutnya bersama Timnas Indonesia.
Salah satu ujian pertama yang dihadapinya adalah pertandingan krusial melawan Australia pada 20 Maret 2025, dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dengan target lolos ke putaran final Piala Dunia yang semakin dekat, strategi dan filosofi kepelatihan Alex Pastoor diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi Timnas Indonesia dalam sisa empat laga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kapten Persita Diincar Klub Elit Brunei, Bakal Duet dengan Ramadhan Sananta?
-
Potret Suram Okupansi Hotel Amerika Serikat Jelang Piala Dunia 2026
-
Kans Angkat Trofi Tersisa 1 Persen, Misi Persija Kini Gagalkan Persib Juara Super League
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Klaim Hindari Calo Ilegal
-
Borneo FC Ancam Persib, Koldo Obieta Ungkap Modal Pesut Etam Rebut Juara Super League!
-
Hossam Hassan, Legenda Mesir dengan Prestasi Mentereng yang Lampaui Mohamed Salah
-
Strategi Amir Ghalenoei, Boyong Timnas Iran Lebih Awal ke Amerika Serikat Sebelum Kick-Off
-
Thom Haye Sesumbar Jelang Persija vs Persib: Kami Datang untuk Menang dan Jadi Juara!
-
Luis de la Fuente Ungkap Kondisi Lamine Yamal, Spanyol Waswas Jelang Piala Dunia 2026
-
Lawan Persib di Samarinda, Mauricio Souza Sebut Persija Tak Diuntungkan