Suara.com - Penyerang keturunan yang baru saja menjadi WNI, Ole Romeny, diserang oleh netizen Tanah Air kendati dirinya belum tampil untuk Timnas Indonesia.
Serangan yang didapatkan penyerang milik Oxford United dari netizen Tanah Air itu terkait aktivitas media sosialnya yang tak mengunggah foto saat dirinya resmi menjadi WNI.
Biasanya, para pemain keturunan yang resmi menjadi WNI mengunggah momen pengambilan sumpah atau saat tengah mencium bendera Indonesia.
Hanya saja, Ole Romeny memilih tak mengunggah momen tersebut. Hingga artikel ini dibuat, potretnya saat mencium bendera Merah Putih tak terlihat di akun Instagram-nya.
Hal tersebut membuat netizen Tanah Air pun sebagian geram dan mengerubungi unggahan terbaru Ole Romeny di media sosial Instagram.
Terpantau unggahan terbaru Ole Romeny pada 5 Februari itu mendapat 5 ribu komentar lebih, di mana banyak netizen memintanya mengunggah momen dirinya menjadi WNI.
“Kok ngk posting pas di sih. Kepaksa apa jdi wni?” tulis komentar akun @n***e.
“Yang lain repost ucapan atas wni nya, yg ini kmna ya,” tulis komentar akun @m***_.
“Haha dia terpaksa karna si Erik makanya mau gabung timnas Indo. Aslinya ga ada nasionalisnya. Sama kayak Mees Hilgers,” tulis komentar akun @i***m.
Baca Juga: Mendadak! STY Pajang Foto Bersama Justin Hubner: Mentalitasnya Kini Jauh Lebih Kuat
Komentar-komentar miring tersebut membuat beberapa netizen Indonesia lainnya murka dan memilih memberi dukungan kepada Ole Romeny.
Di sisi lain, Ole Romeny mengaku bangga bisa menjadi WNI dan membela Timnas Indonesia, kendati dirinya tak mengunggah momen saat pengambilan sumpah.
“Benar-benar sebuah kehormatan untuk dapat bermain di negara sebesar ini. Dan saya tidak sabar untuk ikut bertanding demi seluruh fans dan rakyat Indonesia,” kata Ole Romeny.
Sekadar informasi, Ole Romeny sendiri sudah diambil sumpahnya sebagai WNI pada Sabtu (8/2) lalu di London, Inggris.
Eks penyerang FC Utrecht itu tak sendiri. Ia ditemani oleh dua pemain keturunan lainnya yang juga diambil sumpahnya, yakni Dion Markx dan Tim Geypens.
Dari ketiga pemain keturunan yang diambil sumpahnya itu, hanya Ole Romeny yang diproyeksikan untuk memperkuat Timnas Indonesia senior, sedangkan dua pemain lainnya untuk Timnas U-20.
Jika dipanggil oleh Patrick Kluivert, ada kemungkinan Ole Romeny melakoni debutnya bagi Timnas Indonesia pada Maret mendatang saat melawan Australia dan Bahrain.
(Felix Indra Jaya)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
5 Fakta Menarik Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026, Debut hingga Comeback 28 Tahun
-
Pelatih Norwegia: Semoga Erling Haaland Kasih Dampak Besar Hadapi Irak
-
Prediksi Susunan Pemain Irak vs Norwegia di Piala Dunia 2026
-
Thomas Tuchel dan 'Misi Mustahil' Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Irak vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Kondisi Terkini Christian Pulisic, Lini Serang Amerika Serikat Berpikir Keras Jelang Lawan Australia
-
Piala Dunia 2026: Ramin Rezaeian Ungkap Arti Selebrasi Golnya Saat Iran Tahan Selandia Baru
-
Menanti Debut Erling Haaland dan Odegaard di Piala Dunia 2026, Norwegia Bidik Tiga Poin Lawan Irak
-
Arti Spesial Bela Timnas Indonesia Bagi Luke Vickery: Nenek Saya Lahir di Sana!
-
Kenapa Sepatu Pink Mendominasi Piala Dunia 2026? Ternyata Bukan Sekadar Tren