Suara.com - Penyerang timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen dikabarkan tetap bakal dibawa oleh Patrick Kluivert saat tandang ke Australia.
Timnas Indonesia akan melakoni laga tandang melawan Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 20 Maret 2025 mendatang.
Nah, dalam pertandingan tersebut Ragnar Oratmangoen sejatinya dipastikan tak bisa bermain. Pasalnya, ia menerima hukuman akumulasi kartu.
Walau begitu, penyerang 27 tahun tersebut dilaporkan akan tetap diboyong dalam rombonga ke Australia.
"Ragnar Oratmangoen tak bisa main karena akumulasi kartu, begitu juga Justin Hubner yang kartu merah lawan Arab Saudi. Walaupun nanti Ragnar tetap ke Austrlaia," ucap Bung Harpa dikutip dari Youtube Arya Sinulingga.
Kemudian Arya Sinulingga membenarkan ucapan Bung Harpa. Ia menyebut pemain FCV Dender tersebut tetap dibawa ke Negeri Kanguru.
"Betul, jadi Ragnar (tetap dibawa) supaya tetap latihan tiga sampai empat hari dengan pemain lai. Soalnya Ragnar bisa main lawan Bahrain," jelas Exco PSSI tersebut.
Adapun Ragnar Oratmangoen merupakan pemain andalan di timnas Indonesia. Sejak dinaturalisasi, ia selal menjadi andalan.
Tercatat dari sembilan pertandingan yang sudah dilakoni bersama skuad Garuda, ia telah mencetak dua gol dan dua assist.
Baca Juga: Eks Rekan Hidetoshi Nakata, Penemu Bakat Emil Audero Calon Deputi Maarten Paes
Berita Terkait
-
Pemain Keturunan Rp260 Miliar Dibujuk Alex Pastoor Gabung Timnas Indonesia
-
Beda Nasib dengan Timnas Indonesia U-20, Peringkat Ketiga Piala AFF Justru Lolos Piala Dunia U-20 2025
-
Naturalisasi Emil Audero, Erick Thohir Bicara Masa Depan Maarten Paes: Risiko itu Pasti Ada...
-
Rekomendasi 3 Pelatih Timnas Indonesia U-20 Setelah Indra Sjafri Ditendang
-
3 Alasan Alex Pastoor Cocok Jadi Pelatih Kepala Timnas Indonesia U-20
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diego Simeone Terima Atletico Tersingkir di Liga Champions: Nggak Ada Alasan
-
Mark Viduka Sang Mesin Gol: Tolak Naturalisasi Krosia, Pilih Setia Antarkan Australia ke Piala Dunia
-
Kata-kata Mikel Arteta, Bukayo Saka Menjadi Pahlawan Emirates Stadium
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?