Indonesia bertandang ke Sydney dengan membawa banyak wajah baru dalam skuadnya. Beberapa pemain naturalisasi seperti Dean James, Joey Pelupessy, hingga kiper Emil Audero yang baru saja merampungkan proses naturalisasinya akan menjadi tambahan kekuatan bagi tim asuhan Patrick Kluivert.
Secara historis, Australia memiliki rekor lebih baik saat berhadapan dengan Indonesia. Namun, dengan perkembangan signifikan yang dialami skuad Garuda dalam beberapa tahun terakhir, jarak kualitas antara kedua tim semakin menipis.
Apalagi, dengan banyaknya pemain diaspora dan naturalisasi yang kini memperkuat Indonesia, tim ini bisa memberikan kejutan dalam pertandingan nanti.
Rekor Pertemuan Australia vs Timnas Indonesia
Jika melihat rekor pertemuan kedua tim, Australia memiliki catatan lebih unggul dibandingkan Indonesia.
Menyitat laman 11v11, Timnas Indonesia dan Australia sudah bertemu 20 kali. Hasilnya, Garuda cuma menang sekali, empat imbang dan 15 kali kalah.
Satu-satunya kemenangan pun diraih pada 30 Agustus 1981 dalam kualifikasi Piala Dunia. Saat itu, Garuda menang tipis 1-0.
Setelahnya, Timnas Indonesia tak pernah menang dalam 10 laga terakhir dengan Australia. Catatannya delapan kalah dan dua imbang.
Pada pertemuan terakhir 10 September 2024, Timnas Indonesia berhasil menahan Australia 0-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Baca Juga: Jelang Australia vs Timnas Indonesia, Rafael Struick Bahas Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert
Australia jelas mengincar tiga poin penuh demi mengamankan langkah mereka ke fase selanjutnya.
Sementara itu, Indonesia juga memiliki target besar untuk tetap bersaing dalam kualifikasi ini.
Hasil imbang atau bahkan kemenangan akan menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menjaga asa lolos ke babak berikutnya.
Kontributor: Aditia Rizki
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
-
Australia Mulai Ketar-ketir, Skuad Mewah Timnas Indonesia Semakin Lengkap
-
Kontradiksi PSSI: Ngebut Naturalisasi tapi Tak Beri Timnas Indonesia Target Lolos Piala Dunia 2026
-
Horor Buat Australia, Prediksi Line Up Timnas Indonesia Setelah Ada Joey Pelupessy dan Ole Romeny
-
Pengalaman Asisten Pelatih Australia Lebih Ngetop Ketimbang Patrick Kluivert, Pernah di Man United
-
Australia vs Timnas Indonesia Disebut Duel Pelatih Medioker
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
4 Fakta Menarik Ketangguhan Turki Menjegal Dominasi Amerika Serikat di Piala Dunia 2026
-
Yuto Nagatomo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi
-
Jerman Tumbang dari Ekuador di Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann Murka Soroti Disiplin Pemain
-
Jepang Ukir Rekor Spesial di Piala Dunia 2026 Usai Lolos ke Babak 32 Besar
-
Klasemen Akhir Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Juara Grup, Pantai Gading Cetak Sejarah
-
Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Hadapi Brasil, Belanda Tantang Maroko
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar