Suara.com - Timnas Indonesia berpeluang tampil lebih solid menghadapi China pada Juni 2025, terutama jika Tristan Gooijer resmi bergabung melalui proses naturalisasi. Laporan dari media Belanda, Voetbal Primeur, mengungkapkan bahwa PSSI saat ini tengah berupaya mendekati pemain yang kini memperkuat PEC Zwolle tersebut.
Menurut sumber tersebut, federasi sepak bola Indonesia menaruh harapan besar agar pemain muda berbakat ini bersedia memperkuat skuad Garuda. Tristan Gooijer sendiri memiliki rekam jejak impresif di Eropa, termasuk pernah membela timnas Belanda U-16 dan U-19. Selain itu, ia juga telah mencatatkan penampilan di Eredivisie 2023-2024 bersama Ajax Amsterdam.
Apabila proses naturalisasi berjalan lancar, kehadiran Tristan Gooijer akan memberikan tambahan kualitas signifikan bagi Timnas Indonesia. Apalagi, laga krusial melawan China sudah menanti di depan mata.
Formasi Potensial Timnas Indonesia vs China
Pertandingan antara Timnas Indonesia dan China akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Kamis, 5 Juni 2025, pukul 19.00 WIB. Dalam duel ini, pelatih Patrick Kluivert diprediksi akan mengandalkan formasi 3-4-3 untuk menyeimbangkan pertahanan dan serangan.
Di posisi penjaga gawang, Emil Audero tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar. Sementara itu, barisan pertahanan berpotensi diperkuat oleh tiga bek sejajar, yaitu Jay Idzes, Justin Hubner, dan Tristan Gooijer. Jika tidak dimainkan sejak menit awal, Tristan Gooijer juga bisa menjadi pelapis bagi Rizky Ridho atau Mees Hilgers.
Sektor sayap kemungkinan akan dipercayakan kepada Kevin Diks di sisi kanan dan Calvin Verdonk di sisi kiri sebagai wing back. Keduanya diharapkan mampu mendukung transisi permainan dari bertahan ke menyerang dengan lebih efektif.
Sementara itu, lini tengah masih mengandalkan duet gelandang sentral Thom Haye dan Joey Pelupessy. Keduanya diprediksi tetap menjadi pilihan utama untuk mengatur ritme permainan dan menjaga keseimbangan tim.
Di sektor serangan, Timnas Indonesia berpotensi menurunkan trio mematikan yang terdiri dari Ole Romeny sebagai winger kanan, Ragnar Oratmangoen di sisi kiri, serta Rafael Struick yang berperan sebagai penyerang tengah. Kombinasi ini diharapkan mampu memberikan ancaman nyata bagi lini pertahanan China.
Baca Juga: Direktur Teknik Ajax soal Tristan Gooijer: Saya Senang
Jika skenario ini terealisasi, Timnas Indonesia akan memiliki komposisi pemain yang lebih kompetitif untuk menghadapi tantangan di laga internasional mendatang. Dengan tambahan tenaga dari pemain keturunan berkualitas, peluang skuad Garuda untuk meraih hasil positif semakin terbuka lebar.
Profil Tristan Gooijer
Nama Tristan Gooijer mungkin belum terlalu dikenal luas di luar Belanda, tetapi di Johan Cruijff Arena, ia mulai mencuri perhatian sebagai salah satu bek muda berbakat yang siap bersinar. Dengan postur atletis, kemampuan bertahan yang kokoh, serta kecerdasan taktis yang matang, pemain ini menjadi aset berharga bagi Ajax Amsterdam.
Lahir di Amsterdam pada 2 Maret 2004, Gooijer merupakan hasil dari sistem akademi Ajax yang dikenal produktif dalam melahirkan bintang sepak bola kelas dunia. Sejak usia muda, ia menapaki setiap jenjang pembinaan di akademi tersebut, menunjukkan perkembangan pesat yang menarik perhatian para pelatih dan pemandu bakat.
Sebagai pemain bertahan yang serba bisa, Gooijer memiliki fleksibilitas dalam berbagai posisi di lini belakang. Meski posisi utamanya adalah bek kanan, ia juga bisa dimainkan sebagai bek tengah maupun bek kiri, memberikan variasi taktik yang lebih luas bagi timnya.
Keunggulan fisik menjadi salah satu daya tarik utama dari permainannya. Dengan tinggi mencapai 190 cm, ia memiliki keunggulan dalam duel udara yang sangat berguna baik dalam bertahan maupun membantu serangan. Kombinasi kekuatan fisik dan kecerdasannya dalam membaca permainan menjadikannya pemain bertahan yang sulit dilewati lawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey