Suara.com - Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes kembali mencatatkan rekor di Liga Italia. Dia akhirnya meraih kemenangan perdana sejak menjabat sebagai kapten Venezia.
Pada laga pekan ke-32 Serie A Liga Italia yang digelar Sabtu, 12 April 2025, Venezia akhirnya memetik kemenangan krusial usai menumbangkan AC Monza dengan skor tipis 1-0.
Hasil ini menjadi kemenangan pertama bagi Jay Idzes sejak resmi mengenakan ban kapten klub asal Italia tersebut.
Gol tunggal kemenangan dicetak oleh Daniel Fila di menit ke-72, sekaligus membuka asa Venezia untuk keluar dari zona degradasi.
Saat ini, Venezia menempati posisi ke-19 klasemen sementara Serie A dengan torehan 24 poin. Mereka hanya tertinggal dua angka dari Lecce yang berada di posisi ke-17—batas aman dari jurang degradasi.
Kemenangan ini juga memutus tren negatif Venezia yang sebelumnya gagal menang dalam 15 pertandingan berturut-turut.
Selain menjadi catatan positif buat tim, kemenangan ini juga memberi hasil manis buat Jay Idzes yang akhirnya meraih kemenangan perdana sebagai kapten Venezia.
Kepindahan kapten Venezia sebelumnya, Joel Pohjanpalo, yang dijual ke Palermo, membuat ban kapten Venezia diserahkan kepada Jay Idzes sebagai deputinya.
Jay Idzes memulai tugasnya sebagai kapten baru Venezia pada awal Februari lalu dan sudah melewati 10 laga Venezia dengan ban kapten melingkar di lengannya.
Baca Juga: Punya Relasi Baik dengan Venezia, Inter Milan Jadi Klub Favorit Dapatkan Jay Idzes
Sebetulnya hasil yang didapatkan Jay Idzes sejak menjadi kapten Venezia tidak terlalu buruk, pada sembilan laga sebelumnya ia meraih lima hasil imbang dan empat kali kalah.
Pelatih Eusebio Di Francesco menyebut jika Jay Idzes pantas menyandang kapten Venezia karena pengalaman, dedikasinya kepada klub, dan kualitas kepemimpinannya.
“Dia (Idzes) adalah kapten kami saat ini, dia dipilih mewakili tim karena pengetahuannya, bahasanya, caranya menjadi seorang pemimpin, dan atas dedikasinya membantu rekan satu timnya,” ujar Eusebio dilansir dari Tutto Venezia Sport, beberapa waktu lalu.
Profil Jay Idzes, Bek Naturaliasi yang Banggakan Indonesia
Jay Idzes lahir di Mierlo, Belanda pada 2 Juni 2000, namun memiliki darah Indonesia dari kakek-neneknya yang berasal dari Jakarta dan Semarang.
Meski besar di Eropa, kecintaan Idzes terhadap Indonesia tak pernah luntur. Lewat proses naturalisasi yang digagas oleh PSSI sejak akhir 2023, ia resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Berita Terkait
-
Media Italia: Jay Idzes Pimpin Serangan Saat Timnya Tampak Tertidur
-
Jay Idzes Jadi Isu Panas Bursa Transfer: Pemain Paling Diincar di Liga Italia
-
Hasil Serie A Italia Pekan ke-32: Inter Nyaman di Pucuk, Juventus Naik Satu Peringkat
-
Breakingnews! Jay Idzes Ditaksir Genoa Jika Venezia Out ke Serie B Liga Italia
-
Antara Jay Idzes, Dean James, dan Mees Hilgers, Siapa Paling Berpotensi Pindah Klub Tahun Ini?
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota