Masih ada sisa tiga pertandingan yang akan dilakoni oleh NEC Nijmegen di Eredivisie, Calvin Verdonk masih ada kesempatan untuk setidaknya mengakhiri musim dengan catatan lebih baik.
Setelah bertugas di klubnya, Calvin Verdonk diprediksi akan langsung mengalihkan fokusnya untuk Timnas Indonesia.
Pada Juni mendatang, Timnas Indonesia bakal melakoni dua laga penting di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Jepang dan China.
Profil Calvin Verdonk
Calvin Verdonk merupakan salah satu pemain sepak bola keturunan Indonesia yang meniti karier profesional di Eropa. Lahir di Dordrecht, Belanda, pada 26 April 1997, Verdonk dikenal sebagai bek kiri dengan kaki dominan kiri dan tinggi badan 174 cm.
Meski tidak terlalu tinggi untuk ukuran pemain bertahan, kecepatan dan kecerdasan dalam membaca permainan menjadi senjata utamanya dalam menjaga lini pertahanan.
Darah Indonesia mengalir dalam dirinya melalui sang ayah, Ronald Alting Siberg, yang berasal dari Meulaboh, Aceh.
Latar belakang ini membuat nama Verdonk kerap dikaitkan dengan potensi memperkuat tim nasional Indonesia, meskipun hingga saat ini ia belum mengambil keputusan terkait status kewarganegaraannya di dunia sepak bola.
Verdonk memulai karier sepak bolanya di akademi Feyenoord Rotterdam, klub besar Belanda yang terkenal sebagai penghasil talenta muda berbakat.
Baca Juga: Proyek Naturalisasi Indonesia Targetkan Nama Besar, Media Vietnam: Bisa Mengancam!
Bakatnya yang menonjol sejak dini membuat Feyenoord memberikan kontrak profesional pertamanya pada April 2014.
Setahun kemudian, tepatnya pada 8 Maret 2015, ia menjalani debut di kompetisi tertinggi Belanda, Eredivisie, saat Feyenoord berhadapan dengan NAC Breda.
Namun, persaingan ketat di skuad utama membuat Verdonk kesulitan mendapatkan menit bermain reguler. Untuk meningkatkan jam terbang dan mengasah kemampuan, ia pun menjalani masa peminjaman ke sejumlah klub dalam beberapa musim berikutnya.
Pada musim 2016/2017, Verdonk dipinjamkan ke PEC Zwolle. Di klub ini, ia mendapat kesempatan bermain yang lebih konsisten dan menunjukkan kontribusi bukan hanya dalam bertahan, tetapi juga saat membantu penyerangan dari sisi kiri.
Penampilannya yang impresif bersama Zwolle turut meningkatkan reputasinya sebagai bek muda potensial di Belanda.
Usai masa peminjaman di Zwolle berakhir, Verdonk kembali dipinjamkan, kali ini ke NEC Nijmegen yang bermain di kasta kedua Liga Belanda, Eerste Divisie.
Bersama NEC, ia menjadi pilihan utama di lini belakang dan memainkan peran penting dalam upaya klub untuk meraih promosi ke Eredivisie. Pengalaman ini memperkuat mental bertandingnya, terutama dalam menghadapi duel satu lawan satu.
Kembali ke Feyenoord tidak serta-merta menjamin posisinya di tim utama. Untuk mencari menit bermain yang lebih konsisten, Verdonk menjalani masa peminjaman lagi ke FC Twente.
Bermain di level tertinggi kompetisi Belanda memberikan tantangan tersendiri, tetapi juga membantu mengasah kemampuannya dalam membangun serangan dari lini belakang serta memperkuat kontribusinya dalam bertahan.
Pada September 2020, Verdonk mencoba petualangan baru di luar Belanda dengan menandatangani kontrak empat tahun bersama klub Portugal, FC Famalicão.
Sayangnya, kesempatan bermain yang terbatas membuatnya sulit menampilkan performa terbaik. Hanya bertahan satu musim, ia memutuskan untuk kembali ke Belanda demi mendapatkan waktu bermain yang lebih stabil.
Agustus 2021 menjadi momen kembalinya Verdonk ke NEC Nijmegen, kali ini dengan status pinjaman. Penampilannya yang solid dan konsisten di lini belakang membuat NEC akhirnya memutuskan untuk mempermanenkannya pada Juli 2022. Ia menandatangani kontrak hingga tahun 2024 dengan opsi perpanjangan satu tahun.
Sejak saat itu, Verdonk menjadi bagian penting dari skuad utama NEC di Eredivisie. Performa stabilnya menjadikan ia salah satu bek kiri yang cukup disegani di kompetisi tersebut.
Selain kemampuannya dalam bertahan, kontribusinya dalam membangun serangan juga menjadi nilai tambah yang membuatnya terus dipercaya sebagai starter.
Kontributor: Aditia Rizki
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik