Suara.com - Posisi Elkan Baggott di lini belakang Timnas Indonesia ternyata sudah digantikan oleh pemain yang lebih baik menurut Patrick Kluivert. Siapa pemain yang lebih baik tersebut?
Dalam beberapa waktu terakhir, pendukung Timnas Indonesia dibuat terheran-heran dengan keputusan Patrick Kluivert yang tak memanggil Elkan Baggott ke skuad Garuda
Bek berusia 22 tahun itu tak masuk dalam daftar 32 pemain yang akan melakoni pemusatan latihan di Bali jelang melawan China dan Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Juni mendatang.
Tak masuknya nama Elkan Baggott dalam daftar tersebut kemudian menjadi polemik di kalangan pendukung Timnas Indonesia.
Hal ini menjadi polemik tersendiri karena Patrick Kluivert justru memanggil pemain yang minim menit bermain di level klub seperti Rafael Struick dan Nathan Tjoe-A-On.
Jika dibandingkan dengan dua pemain tersebut, menit bermain Elkan Baggott jauh lebih banyak, sehingga dirinya dianggap layak untuk berseragam Merah Putih.
Terlebih lagi, Elkan Baggott menjadi salah satu pemain diaspora pertama yang tiba di Tanah Air, jauh sebelum daftar pemain dirilis oleh Patrick Kluivert dan PSSI.
Usai polemik itu menjadi topik hangat di kalangan pendukung Timnas Indonesia, Patrick Kluivert pun akhirnya buka suara soal tak dipanggilnya Elkan Baggott.
Menurut pelatih asal Belanda itu, Elkan Baggott tak dipanggil karena sempat mengabaikan panggilan bergabung Timnas Indonesia pada Maret lalu.
Baca Juga: Mees Hilgers: Kemungkinan Ini Pertandingan Terakhir Saya
Selain itu, Patrick Kluivert menganggap ada pemain yang lebih baik dari Elkan Baggott, sehingga layak diberi kesempatan untuk membuktikan diri bersama Timnas Indonesia yang diasuhnya.
“Saya sudah bicara sebelumnya dengan Elkan Baggott, sebelum laga kualifikasi lawan Australia & Bahrain,” buka Patrick Kluivert.
“Dan dia bilang ke saya takut kehilangan posisi nya di klub tempat dia bermain. Jadi dia memilih untuk tidak dipanggil. Itulah mengapa saya tidak memanggilnya.”
“Dan untuk sekarang, sudah ada pemain lain di posisinya, yang tampil baik. Dan mereka juga punya kesempatan untuk membuktikan diri dan mereka sudah membuktikan bahwa mereka mampu bermain di Timnas Indonesia,” pungkasnya.
Berkaca dari pernyataan Patrick Kluivert, ada kemungkinan pemain yang dianggap lebih baik dari Elkan Baggott di lini belakang tersebut adalah Justin Hubner dan Rizky Ridho.
Baik Justin Hubner dan Rizky Ridho mampu tampil apik bagi Timnas Indonesia di laga terakhirnya, yakni saat melawan Bahrain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol Mengakhiri Trauma yang Menghantui Sejak 1986
-
Anthony Gordon Jadi Pemain Inggris ke-13 di Barcelona: Siapa yang Paling Sukses?
-
Analisis PSG vs Arsenal: Pressing Tinggi, Serang Sisi Kiri, dan Bertahan Mati-matian
-
Ditebus Rp1,49 T, Anthony Gordon: Sejak Balita Saya Ingin Main untuk Barcelona
-
Jejak Kontroversial 10 Tahun Terakhir Daniel Siebert Wasit Final Liga Champions
-
Final Liga Champions PSG vs Arsenal: 10 Fakta Penting yang Wajib Diketahui
-
Kompetisi Futsal SMA Digelar di 4 Kota, Talenta Muda Berpeluang Dilirik Hector Souto
-
Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Lionel Messi di Ambang Cetak Sejarah Baru Timnas Argentina
-
Pep Guardiola: Liverpool Era Jurgen Klopp Adalah Mimpi Buruk
-
Anthony Gordon ke Camp Nou dengan Mahar Rp1,2 Triliun, Sayap Kiri Barcelona Kian Sengit