Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 06 Juni 2025 | 13:34 WIB
Dear PSSI, Patrick Kluivert Tolak Tambah Naturalisasi! Ini Alasannya. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, dengan tegas menolak wacana penambahan pemain naturalisasi. Ia menilai para pemain yang ada di skuad saat ini sudah cukup kompetitif.

Hal itu disampaikannya usai Timnas Indonesia mengalahkan China dalam laga lanjutan Grup C ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Kamis (5/6/2025) malam WIB.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Timnas Indonesia menang tipis 1-0.

Saat konferensi pers usai laga, Kluivert mendapat pertanyaan apakah akan ada tambahan pemain naturalisasi, mengingat persaingan di putaran keempat diprediksi semakin sengit.

Pelatih asal Belanda itu menegaskan puas dengan skuad yang ada, sehingga sejauh ini menutup peluang penambahan pemain naturalisasi.

"Saya sudah puas dengan tim saat ini. Saya senang dengan para pemain; mereka sudah cukup," kata Patrick Kluivert.

"Jadi, saya akan melanjutkan dengan pemain yang saya miliki di skuad saat ini," jelas pria yang pernah membela Barcelona tersebut.

Timnas Indonesia memang lolos ke putaran keempat setelah meraih kemenangan atas China semalam.

Kluivert menurunkan susunan pemain yang cukup mengejutkan, di mana ia berani mengandalkan sejumlah pemain Liga 1, seperti Ricky Kambuaya, Egy Maulana Vikri, Rizky Ridho, dan Yakob Sayuri.

Baca Juga: Timnas Indonesia Menang Berkat Penalti, Kapten China: Mereka Tidak Punya Banyak Peluang

Ia juga memainkan Beckham Putra Nugraha dan Ramadhan Sananta dari bangku cadangan.

Beberapa nama besar pemain keturunan, seperti Mees Hilgers, Kevin Diks, Dean James, hingga Nathan Tjoe-A-On bahkan tidak masuk dalam starting XI.

Kluivert menegaskan pemilihan pemain murni berdasarkan kemampuan, bukan status sebagai pemain lokal atau abroad.

"Semua berdasarkan kemampuan pemain. Saya memang memberikan kesempatan kepada pemain lokal jika mereka layak," jelas Kluivert.

"Saya juga sudah katakan sejak awal saat diumumkan sebagai pelatih bahwa saya ingin melihat semua pemain lokal karena saya sangat menghormati mereka," tambahnya.

Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert saat pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Indonesia melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Lebih lanjut, Patrick Kluivert meminta pemain-pemain Liga 1 untuk terus menunjukkan kemampuan terbaik agar bisa dilirik untuk masuk Timnas Indonesia.

Ia juga mengingatkan pemain naturalisasi agar tidak berpuas diri, karena posisi mereka tetap harus dipertahankan lewat persaingan sehat.

"Jika mereka menunjukkan kualitas, saya akan memberikan kesempatan. Saya merasa perpaduan pemain lokal dan diaspora membuat tim semakin kuat," ucap Kluivert.

"Dan soal pemain naturalisasi, mereka tidak dijamin selalu bermain. Mereka juga harus bersaing dengan pemain lokal," tutup pria yang juga pernah memperkuat AC Milan itu.

Berikutnya, Timnas Indonesia akan menghadapi Jepang dalam laga pamungkas Grup C pada 10 Juni mendatang.

Meski Jepang dikabarkan bakal menurunkan pemain pelapis, Jay Idzes dan kawan-kawan tetap harus bekerja keras untuk memenangi laga tersebut.

Kemenangan atas China menjadi catatan positif dalam sejarah pertemuan kedua tim. Secara historis, Timnas Indonesia kerap kesulitan menghadapi China, baik dalam laga persahabatan maupun kompetisi resmi.

Namun, kali ini Skuad Garuda tampil dengan mentalitas yang lebih siap serta strategi yang matang, yang terbukti mampu menahan dominasi lawan.

Selain faktor teknis, peningkatan performa Timnas Indonesia dalam beberapa laga terakhir juga tak lepas dari peran pelatih serta sistem pembinaan pemain yang semakin terstruktur.

Sejak era Shin Tae-yong, perkembangan tim nasional terlihat signifikan, baik dari segi taktik, kedisiplinan, maupun mental bertanding.

Saat ini, fokus publik mulai tertuju ke pertandingan berikutnya, di mana Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Jepang pada 10 Juni.

Hasil ini membuat Indonesia meraih kemenangan ketiga dan mengumpulkan total 12 poin, cukup untuk mengunci satu tiket ke fase berikutnya.

Ini menjadi pencapaian bersejarah, karena untuk pertama kalinya Tim Garuda berhasil menembus babak keempat Kualifikasi Piala Dunia dalam sejarah sepak bola nasional.

Menatap laga kontra Jepang, Indonesia harus menghadapi kenyataan tak bisa diperkuat beberapa pemain inti, seperti Ragnar Oratmangoen, Sandy Walsh, dan Eliano Reijnders, akibat cedera serta urusan keluarga.

Pelatih Patrick Kluivert dipaksa melakukan rotasi dan menyiapkan opsi pengganti seperti Yakob Sayuri dan Yance Sayuri.

Fokus utama tim adalah menjaga stabilitas permainan dan tampil percaya diri menghadapi tekanan dari Jepang.

Kluivert juga menyoroti pentingnya mentalitas bertanding. Atmosfer panas di GBK saat menghadapi China menjadi bukti kekuatan dukungan suporter Garuda.

Load More