Suara.com - Facundo Garces mendadak menjadi sorotan di dunia sepak bola Asia Tenggara. Bek tangguh yang saat ini bermain di La Liga Spanyol bersama Deportivo Alaves itu resmi diperkenalkan sebagai pemain naturalisasi terbaru Timnas Malaysia.
Langkah ini sekaligus menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan pencinta sepak bola, baik di Malaysia maupun di negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Pasalnya, tak banyak yang tahu bagaimana pemain asal Amerika Selatan tersebut bisa memenuhi syarat membela Harimau Malaya.
Fakta menarik lainnya, Garces tidak datang sendirian. Ia diperkenalkan bersamaan dengan gelandang Imanol Machuca.
Keduanya dipanggil untuk memperkuat skuad Malaysia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Asia 2027.
Jika tak ada aral melintang, mereka dijadwalkan melakoni debut pada laga melawan Vietnam, 10 Juni 2025 mendatang.
Publik lantas bertanya-tanya mengenai legalitas dan dasar naturalisasi Garces.
Terlebih, performanya di La Liga yang sedang menanjak membuat banyak pihak kaget dengan kepindahan status kewarganegaraannya.
Secara umum, naturalisasi pemain di kancah internasional diatur oleh dua ketentuan.
Baca Juga: Arrivederci AC Milan! Tijjani Reijnders Sepakat Pindah ke Man City
Pertama adalah peraturan FIFA terkait eligibility pemain untuk pindah negara.
Kedua, adalah kebijakan masing-masing federasi, dalam hal ini Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Berdasarkan regulasi FIFA, pemain dapat memperkuat negara lain apabila:
- Ia, atau orang tuanya (ayah atau ibu kandung), atau kakek atau nenek kandung, lahir di negara yang ingin diwakili.
- Atau, pemain telah tinggal di negara tersebut secara terus-menerus minimal lima tahun setelah usia 18 tahun.
Di sisi lain, FAM sejak 2019 memiliki kebijakan naturalisasi sendiri yang dibagi dalam tiga kategori:
- Jangka pendek: Menyasar pemain berdarah campuran dengan garis keturunan yang jelas dan dapat diverifikasi.
- Jangka menengah: Pemain asing berusia di atas 18 tahun yang sudah bermain di Liga Malaysia serta tinggal minimal lima tahun di negara tersebut.
- Jangka panjang: Pemain di bawah usia 18 tahun yang lolos kriteria teknis.
Menilik dari dua aturan di atas, menjadi menarik ketika melihat bagaimana Garces bisa diproses naturalisasi.
Sejauh ini, ia belum pernah bermain di Liga Malaysia atau tercatat pernah tinggal di Malaysia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Panas! Conceicao Tegaskan Pemain Portugal Tak Wajib Layani Cristiano Ronaldo
-
Sindiran Pedas Presiden Brasil: Neymar Satu-satunya Pemain WFH di Piala Dunia 2026
-
Real Madrid Didesak Salip Arsenal Rekrut Rekan Calvin Verdonk Berbandrol Rp1 Triliun
-
Penain Ini Disebut Bisa Jadi Biang Kerok Kegagalan Inggris di Piala Dunia 2025
-
Hasil Piala Dunia 2026: Aksi Heroik Kiper Iran Alireza Beiranvand Bikin Belgia Gigit Jari
-
Ditipu Calo? Impian Nonton Piala Dunia 2026 Kakek 89 Tahun Pupus, Tiket Rp90 Juta Tak Kunjung Datang
-
Eks Walkot Bikin Heboh! Pakai Busana Terbuka Saat Rayakan Kemenangan Meksiko
-
Rahang Patah Tak Halangi Pemain Austria Tampil Mati-matian Jelang Lawan Argentina
-
Pemain Liverpool: Apa yang Dilakukan Lionel Messi Tak Masuk Akal!
-
Joget Gemoy Ratu Belanda di Ruang Ganti Usai Curacao Tahan Imbang Ekuador Viral