Suara.com - Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, masih dianggap layak untuk melanjutkan kariernya di Eropa. Statistik yang diukir Thom dalam lima tahun terakhir menjadi salah satu bukti yang memperkuatnya.
Saat ini, Thom Haye memang tengah menghadapi persimpangan jalan karena berstatus tanpa klub. Kontraknya bersama Almere City telah berakhir seiring tuntasnya Eredivisie 2024/2025 sehingga ia harus cari klub baru.
Di tengah situasi ini, Thom Haye dikabarkan bakal melanjutkan kariernya di Indonesia. Kabarnya, sudah ada sejumlah klub besar yang siap menampung gelandang andalan Timnas Indonesia itu jika mau bermain di Liga 1.
Akan tetapi, jika mengacu catatan statistiknya dalam lima tahun terakhir, Thom Haye sebetulnya masih sangat layak untuk melanjutkan kariernya di Eropa. Berikut Suara.com menyajikan ulasannya.
Rutin Tampil di Kasta Tertinggi
Thom Haye tercatat sebagai salah satu pemain Timnas Indonesia yang terhitung rutin berkarier di kasta tertinggi dalam lima tahun terakhir. Hanya saja, dia sempat bermain di kasta kedua bersama NAC Breda pada 2020/2021.
Dia juga masih tampil di kasta kedua pada paruh pertama musim 2021/2022 bersama klub yang sama. Setelah itu, secara berturut-turut, Thom Haye selalu mengukir penampilan di kasta tertinggi.
Yang pertama ialah bersama SC Heerenveen pada Eredivisie 2021/2022. Pada musim 2022/2023, Thom kembali tampil di Eredivisie bersama klub yang sama.
Dia juga masih bermain di sana pada Eredivisie 2023/2024. Adapun pada musim 2024/2025, Thom Haye lalu bermain di Eredivisie bersama Almere City.
Baca Juga: Maarten Paes Penuhi Syarat Pindah ke Liga Korea
Tampil Reguler
Capaian apik yang dicatatkan Thom Haye tak hanya sebatas itu saja. Bersama klub-klub yang disebutkan di atas, pemain kelahiran Amsterdam ini juga bisa merebut tempat utama di daftar starting eleven.
Artinya, dalam periode lima tahun terakhir ini, Thom Haye lebih sering bermain sebagai starter karena menjadi pilihan utama, ali-alih dibangkucadangkan oleh pelatihnya karena kesulitan bersaing.
Gelandang berusia 30 tahun tersebut tercatat lebih banyak absen karena mengalami cedera, ataupun karena alasan larangan bermain akibat akumulasi kartu kuning. Ini jadi bukti bahwa dia masih bisa bersaing.
Ulasan Statistik Lengkap
Jika dibedah secara mendalam, pada musim 2020/2021, dia bermain sebanyak 37 kali di kasta kedua bersama NAC Breda. Catatan kontribusinya mencapai lima assist.
Berita Terkait
-
Maarten Paes Penuhi Syarat Pindah ke Liga Korea
-
Kiper Timnas Indonesia U-17 dan Paulo Sitanggang Gabung Madura United
-
Marselinus Ama Ola Luput dari Panggilan Gerald Vanenburg, Akui Kecewa?
-
6 Pemain Tanpa Klub, Media Korea Salahkan PSSI Karena Pecat Shin Tae-yong
-
Ancaman Cuaca Ekstrem di Piala Dunia 2026: Dari Gelombang Panas hingga Badai Petir
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar