Lahir di Belanda pada 20 Juni 2000, Ole ter Haar Romeny memulai karier profesionalnya bersama NEC Nijmegen di Eerste Divisie, kasta kedua Liga Belanda.
Ia dikenal sebagai pemain serbabisa yang dapat bermain sebagai striker utama maupun second striker, berkat kemampuannya dalam membaca ruang dan teknik menggiring bola yang mumpuni.
Penampilannya yang konsisten menarik perhatian publik Indonesia, terutama setelah ia menyatakan kesediaannya untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Ole Romeny resmi menjadi bagian dari skuad Garuda setelah proses naturalisasi rampung pada akhir 2024.
Bergabungnya Romeny memberi warna baru di lini depan Timnas, yang membutuhkan striker dengan karakter berbeda—kuat secara fisik, lincah, dan memiliki pengalaman Eropa.
Meskipun belum sepenuhnya menunjukkan performa maksimal di level klub bersama Oxford United, banyak pihak menilai bahwa Romeny hanya butuh waktu untuk beradaptasi di kompetisi sepak bola Inggris yang lebih fisikal dan intens.
Romeny dikenal sebagai striker yang rajin bergerak tanpa bola dan cerdas dalam membuka ruang.
Ia juga memiliki tembakan kaki kiri yang cukup akurat serta kemampuan duel udara yang cukup baik meskipun bukan bertipe target man murni.
Kelemahannya ada pada penyelesaian akhir yang kadang masih belum konsisten, serta kecenderungan kehilangan fokus saat pertandingan berjalan ketat.
Baca Juga: Jelang Ronde Keempat, Skuat Garuda Dihantui Fakta Minor yang Berkaitan dengan Ole Romeny
Dengan usia baru 25 tahun, Ole Romeny masih memiliki waktu dan peluang besar untuk berkembang.
Apabila mampu meningkatkan ketajaman dan konsistensinya, ia bisa menjadi pemain penting tidak hanya bagi Oxford United, tapi juga Timnas Indonesia di ajang internasional ke depan, seperti Kualifikasi Piala Dunia atau Piala Asia.
Romeny sendiri dikenal sebagai pemain yang rendah hati dan pekerja keras, serta punya semangat tinggi untuk membuktikan kemampuannya.
Dukungan dari pelatih dan suporter menjadi faktor penting dalam kebangkitannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati