Suara.com - Nama Deston Hoop resmi dipanggil oleh Nova Arianto masuk ke dalam skuad Timnas Indonesia U-17 yang dipersiapkan untuk Piala Dunia U-17 2025.
Total 34 pemain dipanggil oleh Nova. Ada 17 pemain yang sebelumnya bermain di Piala Asia U-17 2025 pada April lalu.
Sisanya 17 pemain baru dengan sembilan pemain diaspora, termasuk Deston Hoop, dipanggil untuk memperkuat Timnas U-17.
Lantas, siapa sebetulnya Deston Hoop ini?
Pemain berusia 17 tahun tersebut sebetulnya sudah mencuat namanya sejak tahun lalu karena masuk radar pemain keturunan yang diincar.
Sosok bernama lengkap Deston Denzell Hoop ini lahir pada 30 Mei 2008 di Belanda. Tinggi badannya mencapai 180 cm dan bisa bermain di berbagai posisi.
Darah keturunan Indonesia berasal dari ibu Hoop yang punya keturunan Maluku. Kakek dari sisi Ibu Hoop lahir di Pulau Itawaka, Maluku.
Musim lalu ia masih bermain untuk Alphense Boys U-16, sebuah klub kasta ketiga U-16 di Liga Belanda.
Deston Denzell Hoop pun memiliki statistik yang cukup cemerlang di musim ini bersama Alphense Boys U-16.
Baca Juga: Geger Pratama Arhan Diadukan Mertua ke KDM karena Malas Lakukan Kewajiban Orang Islam
Musim lalu tercatat ia mampu mencetak 5 gol dan 8 assist buat Alphense Boys U-16.
Karena performanya yang ciamik itu, ia akhirnya hijrah ke salah satu akademi klub kasta tertinggi Liga Belanda, yakni SC Telstar.
Untuk posisi bermain, Hoop sendiri mengaku bisa bermain di berbagai posisi.
Ia mengaku sempat diposisikan sebagai winger kanan, kiri, dan di wingback, terkadang bermain sebagai penyerang.
Tapi menurut Deston Hoop, ia mengaku lebih cocok ketika bermain sebagai seorang winger kanan.
Nama Deston Hoop juga semakin viral setelah ia mengibarkan bendera Indonesia usai meraih gelar juara bersama Telstar U-17 yang menjuarai divisi 3 Liga Belanda U-17.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey