Suara.com - Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes telan pil pahit saat melakoni pertandingan di Major League Soccer (MLS).
Bermain di hadapan suporter sendiri, Stadion Toyota, gawang FC Dallas yang dikawal oleh Maarten Paes kebobolan 4 kali.
New York City FC (NYCFC) berhasil menutup rangkaian tur tandang mereka dengan kemenangan dramatis 4-3 atas FC Dallas, Sabtu (27/7) waktu setempat.
Meski tampil tanpa sang kapten Thiago Martins yang baru saja menjalani operasi lutut dan akan absen 4 hingga 6 pekan, tim berjuluk The Pigeons tampil solid di babak kedua dan membawa pulang tiga poin krusial dari Texas.
Gawang Maarten Paes jadi bulan-bulanan pemain New Yor City FC di laga tersebut.
Dikutip dari El Paso, FC Dallas tampil agresif sejak awal, bahkan nyaris mencetak gol di menit pertama akibat blunder Gray.
Namun, kiper Matt Freese menyelamatkan gawang NYCFC. Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi dengan serangkaian gol balasan di babak pertama.
Pemain muda Jonathan Shore membuka keunggulan NYCFC pada menit ke-11 lewat sundulan terarah dari situasi sepak pojok.
Gol ini menjadikannya pencetak gol termuda dalam sejarah klub di usia 18 tahun 103 hari.
Baca Juga: Alasan Jens Raven Tak Ambil Penalti Lawan Thailand, Bakal Absen di Final?
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. FC Dallas membalas cepat lewat dua gol di menit ke-15 dan 17, masing-masing oleh Petar Musa dan Logan Farrington, memanfaatkan kelengahan barisan belakang NYCFC.
Maxi Moralez lalu mengirim umpan brilian kepada Alonso Martínez yang sukses menyamakan skor jadi 2-2 lewat penyelesaian klinis.
Namun sebelum babak pertama berakhir, Farrington kembali menghukum pertahanan NYCFC dan mencetak brace-nya, membawa Dallas unggul 3-2 saat turun minum.
Babak kedua dimulai dengan gaya yang sama meledak. Hanya butuh satu menit bagi Alonso Martínez untuk mencetak gol keduanya dan membuat skor kembali imbang 3-3.
Masuknya Nicolás Fernández Mercau pada menit ke-61 menjadi titik balik.
Pemain baru yang baru saja terdaftar secara resmi itu langsung menunjukkan kualitasnya lewat kontrol bola, umpan-umpan presisi, dan kecerdasan membaca permainan.
Berita Terkait
-
Alasan Jens Raven Tak Ambil Penalti Lawan Thailand, Bakal Absen di Final?
-
Penyebab Yotsakorn Burapha Mendadak Ciut Nyali Saat Jadi Algojo Penalti
-
Dua Kata Erick Thohir Jelang Final Piala AFF U-23 2025: Timnas Indonesia vs Vietnam
-
Buffon Ungkap Rahasia Kelabui Kiper Thailand U-23 di Babak Tos-tosan
-
Satu Langkah Lagi! Jens Raven Incar Sejarah di Final AFF U-23 2025
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Cari Pemain Kuat di Super League, Begini Strategi John Herdman untuk Dongkrak Timnas Indonesia
-
Jordy Wherman Masuk Radar John Herdman Jelang FIFA Series 2026?
-
Hasil Super League: Brace Alex Martins Bawa Dewa United Bungkam Arema FC
-
John Herdman Mulai Perburuan Pemain Keturunan di Eropa demi Perkuat Timnas Indonesia
-
Saga Bursa Transfer: Manchester City Bawa Pulang Trent Alexander-Arnold ke Inggris?
-
Di Balik Momen Lucu Emil Audero Ketinggalan Bus, Sikap Ramahnya Jadi Sorotan Media Italia
-
Viral Stadion Barcelona: Biaya Renovasi Capai Rp25 T, Atap Bocor Camp Nou Kebanjiran
-
Persib Bandung Borong Pemain Diaspora, PSSI Yakin Kekuatan Timnas Indonesia Tak Akan Melemah di 2026
-
Jerman Serukan Boikot, Prancis Pasang Badan untuk Piala Dunia 2026
-
7 Pemain Diaspora Merapat ke Super League, Berbanding Terbalik dengan Visi John Herdman