Bola / Bola Indonesia
Kamis, 07 Agustus 2025 | 22:03 WIB
Julukan Legendaris 18 Klub BRI Super League 2025: Cerita di Balik Semangat dan Identitas [Tangkap layar Youtube]

Warna hijau identik dengan jersey klub, sementara buaya mencerminkan karakter Surabaya yang tak kenal takut.

Bonek, suporter legendaris, menjadikan Stadion Gelora Bung Tomo sebagai lautan hijau saat mendukung tim kebanggaan mereka.

Laga pembuka melawan PSIM Yogyakarta akan menjadi panggung bagi Bajul Ijo untuk menunjukkan taringnya.

Bali United: Serdadu Tridatu

Bali United membawa nuansa budaya Bali dengan julukan Serdadu Tridatu.

Tridatu merujuk pada benang suci umat Hindu berwarna merah, putih, dan hitam, yang melambangkan tiga elemen kekuatan alam.

Serdadu menggambarkan prajurit yang siap bertempur, mencerminkan ambisi klub di bawah pelatih baru Johnny Jansen.

Dengan pemain diaspora seperti Jens Raven, Bali United siap mempertahankan reputasi di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

PSIM Yogyakarta kini mendapat angin segar dengan dinyatakannya Stadion Sultan Agung layak pakai. (Antara)

PSIM Yogyakarta: Laskar Mataram

Baca Juga: Super League 2025: Ujian Sesungguhnya untuk Kualitas Wasit Indonesia

Sebagai tim promosi, PSIM Yogyakarta membawa julukan Laskar Mataram, yang terinspirasi dari kejayaan Kerajaan Mataram, simbol budaya dan sejarah Yogyakarta.

Julukan ini mencerminkan semangat juang dan kebanggaan lokal, didukung oleh Brajamusti dan The Maident.

PSIM, yang kembali ke kasta tertinggi setelah absen panjang, siap menjadi kuda hitam di Stadion Mandala Krida.

Persijap Jepara: Laskar Kalinyamat

Persijap Jepara, tim promosi lainnya, dijuluki Laskar Kalinyamat, merujuk pada Ratu Kalinyamat, adipati wanita legendaris Jepara yang terkenal gigih melawan penjajah.

Julukan ini melambangkan semangat pantang menyerah, yang akan diusung di Stadion Gelora Bumi Kartini.

Dengan tambahan pemain asing seperti Sudi Abdallah, Persijap siap menorehkan sejarah baru.

Arema FC: Singo Edan

Arema FC, dengan julukan Singo Edan (Singa Gila), mencerminkan energi liar dan semangat tak terkendali.

Julukan ini lahir dari karakter suporter Aremania, yang dikenal fanatik dan penuh gairah.

Stadion Kanjuruhan menjadi saksi kegigihan Arema, yang musim ini diperkuat tujuh pemain Brasil, menjadikan mereka ancaman serius di lapangan.

Malut United: Laskar Kie Raha

Malut United, tim promosi dari Maluku Utara, membawa julukan Laskar Kie Raha, yang merujuk pada empat kerajaan besar di Maluku: Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo.

Julukan ini menyuarakan persatuan dan kebanggaan wilayah, diperkuat oleh pemain seperti David da Silva.

Borneo FC: Pesut Mahakam

Borneo FC Samarinda dijuluki Pesut Mahakam, merujuk pada lumba-lumba air tawar endemik Sungai Mahakam.

Julukan ini melambangkan kelincahan dan keunikan klub sebagai wakil Kalimantan. Dengan pemain seperti Christophe Nduwarugira, Borneo FC siap bertarung di Stadion Segiri.

Persita Tangerang: Pendekar Cisadane

Persita Tangerang, dengan julukan Pendekar Cisadane, mengacu pada Sungai Cisadane, simbol kebanggaan Tangerang.

Julukan ini mencerminkan semangat juang lokal, diperkuat oleh pemain seperti Tamirlan Kozubaev. Stadion Indomilk Arena akan menjadi benteng mereka.

Persis Solo: Laskar Sambernyawa

Persis Solo dikenal sebagai Laskar Sambernyawa, terinspirasi dari Pangeran Sambernyawa (Raden Mas Said), pendiri Pura Mangkunegaran yang melawan penjajah. Julukan ini mencerminkan semangat perlawanan dan keberanian, yang akan menggema di Stadion Manahan.

Dewa United FC uji coba lawan klub asal Kamboja. (ileague.id)

Dewa United: Banten Warrior

Dewa United, yang kini mengusung julukan Banten Warrior setelah sebelumnya Tangsel Warrior, ingin merangkul seluruh masyarakat Banten.

Julukan ini mencerminkan semangat modern dan ambisi untuk menjadi juara, didukung oleh pemain seperti Stefano Lilipaly.

PSBS Biak: Badai Pasifik

PSBS Biak, dengan julukan Badai Pasifik, menggambarkan kekuatan alam Samudra Pasifik yang berbatasan dengan Papua. Julukan ini mencerminkan ketangguhan tim, yang diperkuat oleh kiper Timnas Angola, Kadu Monteiro, dan akan berlaga di Stadion Maguwoharjo.

PSM Makassar: Juku Eja

PSM Makassar, dijuluki Juku Eja (Ikan Merah), mengacu pada ikan khas perairan Makassar yang melambangkan kegesitan dan kekuatan. Stadion Gelora BJ Habibie akan menjadi saksi ambisi PSM, yang diperkuat lima pemain Brasil.

Persik Kediri: Macan Putih

Persik Kediri, dengan julukan Macan Putih, melambangkan keanggunan dan keganasan. Warna putih pada jersey klub menjadi identitas kuat, yang akan diperjuangkan di Stadion Brawijaya.

Semen Padang: Kabau Sirah

Semen Padang dikenal sebagai Kabau Sirah (Kerbau Merah), simbol kekuatan dan ketahanan masyarakat Minangkabau. Dengan 11 pemain asing, tim ini siap bertarung di Stadion Haji Agus Salim.

Madura United: Laskar Sape Kerrab

Madura United, dengan julukan Laskar Sape Kerrab, merujuk pada tradisi adu sapi khas Madura yang melambangkan keberanian. Stadion Gelora Bangkalan akan menjadi panggung mereka.

Bhayangkara FC: The Guardian

Bhayangkara FC, kini berbasis di Lampung, menyandang julukan The Guardian, mencerminkan peran mereka sebagai pelindung, sejalan dengan afiliasi kepolisian.

Load More