Suara.com - Setiap 17 Agustus, Indonesia tidak hanya merayakan Hari Kemerdekaan, tetapi juga menyimpan cerita epik di lapangan hijau.
Dari era kolonial Hindia Belanda hingga kemerdekaan, Timnas Indonesia telah mencatatkan sejumlah laga bersejarah yang digelar tepat pada hari ulang tahun Republik Indonesia.
Berdasarkan data dari Rec.Sport.Soccer Statistics Foundation (RSSSF), tercatat ada sejumlah pertandingan Timnas Indonesia yang dihelat bertepatan dengan HUT RI.
Laga-laga ini menjadi kenangan manis bagi penggemar sepak bola Indonesia. Apa saja pertandingan ikonik tersebut?
Simak ulasan 5 laga bersejarah Timnas Indonesia pada 17 Agustus
1. N.I.V.B. XI vs Loh Hwa (1930): Awal Sejarah
Pada 17 Agustus 1930, tim Hindia Belanda (N.I.V.B. XI) yang dikelola Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) bermain imbang 4-4 melawan klub asal Shanghai, Loh Hwa, di Batavia (kini Jakarta).
Laga ini menjadi pertandingan pertama Indonesia pada 17 Agustus, saat sepak bola masih di bawah bayang-bayang penjajahan Belanda.
Meski hanya laga persahabatan, hasil ini menunjukkan potensi tim lokal di hadapan publik kolonial.
Baca Juga: Kilas Balik Kejayaan PSSI Pasca Proklamasi: Andi Ramang Bungkam China di Ikada
2. Indonesia vs Vietnam Selatan (1960)
Setelah Indonesia merdeka dan PSSI bergabung dengan FIFA pada 1952, Timnas Indonesia bermain imbang 1-1 melawan Vietnam Selatan pada 17 Agustus 1960 di Singapura.
Pada era Presiden Soekarno, laga ini bagian dari uji coba “usiran” karena Indonesia tidak menggelar pertandingan di kandang sendiri.
Meski hanya imbang, laga ini menandai langkah awal Timnas di kancah internasional.
3. China vs Indonesia (1963): Persiapan Ganefo
Pada 17 Agustus 1963, Timnas Indonesia kalah 0-3 dari China di Beijing dalam laga uji coba menjelang Ganefo 1963.
Berita Terkait
-
Kilas Balik Kejayaan PSSI Pasca Proklamasi: Andi Ramang Bungkam China di Ikada
-
Piala Kemerdekaan 2025, Nova Arianto Pulangkan Sejumlah Pemain Keturunan dari Timnas Indonesia U-17
-
18 Agustus 2025 Libur Nasional atau Cuti Bersama? Cek Jadwal Resminya di SKB 3 Menteri
-
Siapa Pembuat Film Animasi Merah Putih One For All yang Tuai Kontroversi?
-
Kemerdekaan RI Tanggal 17 Agustus 1945 Dirancang Seokarno, Apa Kata Primbon Jawa?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Alasan Presiden FA Palestina Ogah Salaman dengan Utusan Israel di Depan FIFA
-
Hitung Mundur Piala Dunia 2026: 550 Juta Penonton untuk Satu Pertandingan?
-
Profil Timnas Paraguay: Generasi Baru La Albirroja Bakal Unjuk Gigi di Piala Dunia 2026
-
Hinaan Homofobik, Prestianni Terancam Absen Bela Argentinadi Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Lamine Yamal Absen di La Liga Demi Fokus Pemulihan Cedera untuk Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Amerika Serikat: Tuan Rumah Piala Dunia yang Siap Jawab Ekspektasi Publik
-
Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026, Amerika Serikat Harus Menjamin Tidak Ada Penghinaan
-
Kapten Persita Diincar Klub Elit Brunei, Bakal Duet dengan Ramadhan Sananta?
-
Potret Suram Okupansi Hotel Amerika Serikat Jelang Piala Dunia 2026
-
Kans Angkat Trofi Tersisa 1 Persen, Misi Persija Kini Gagalkan Persib Juara Super League