Suara.com - Timnas Indonesia akan menjalani dua laga krusial pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Pertandingan ini menjadi penentuan bagi Timnas Indonesia yang tergabung di Grup B untuk memperebutkan tiket otomatis menuju Piala Dunia 2026.
Hanya juara grup yang berhak melangkah langsung ke Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dengan situasi ini, skuad asuhan Patrick Kluivert dituntut finis di atas dua lawan kuat, yakni Timnas Arab Saudi dan Timnas Irak.
Jadwal pertandingan menunjukkan bahwa Indonesia akan lebih dulu menghadapi Arab Saudi pada 8 Oktober, lalu bersua Irak tiga hari kemudian.
Pertandingan pamungkas grup akan mempertemukan tuan rumah Arab Saudi dengan Irak pada 14 Oktober, yang berpotensi menjadi laga penentuan bagi nasib Timnas Indonesia.
Menjelang laga-laga tersebut, mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memberikan masukan penting kepada Patrick Kluivert.
Menurut Shin Tae-yong, kedua lawan yang akan dihadapi Indonesia berada di level yang jauh lebih baik di atas kertas dibanding skuad Garuda.
Oleh sebab itu, ia menekankan perlunya persiapan matang dari Kluivert agar peluang lolos tetap terbuka.
Baca Juga: Shin Tae-yong Tak Dendam dengan Erick Thohir tapi Kaget Tabiat Buruk PSSI
"Sebenarnya coach kluivert harus lebih membangun kekompakan para pemain," kata Shin Tae-yong.
"Kalau diperhatikan, tim lain jauh lebih baik dari kita, tidak ada yang lebih lemah."
"Jadi, menurut saya, persiapan pelatih harus lebih mantap," lanjut pelatih asal Korea Selatan itu.
Shin Tae-yong juga menilai bahwa kekompakan tim menjadi kunci untuk menghadapi tim-tim besar seperti Arab Saudi dan Irak.
Selain itu, ia menekankan pentingnya analisis mendalam terhadap kekuatan dan kelemahan lawan.
Tanpa analisis yang tepat, ia menilai sangat sulit bagi Indonesia untuk mencuri poin.
"Walau persiapannya pasti sudah bagus, pelatih tetap harus menganalisis lawan lebih teliti karena mereka lebih kuat."
"Kita mustahil menang kalau mengikuti tempo mereka."
"Jadi harus menganalisis matang-matang apa titik lemah lawan dan bagaimana menyerangnya," ucap Shin.
Shin Tae-yong mengingatkan bahwa tanpa strategi yang jelas, Timnas Indonesia bisa mengulang kesalahan seperti saat kalah telak dari Jepang.
Pada pertemuan terakhir melawan Jepang, Indonesia menyerah dengan skor enam gol tanpa balas.
"Jangan asal tanding. Kalau asal tanding, pasti bisa kalah lagi seperti saat melawan Jepang."
"Meski kita sedikit tertinggal, setidaknya kita harus membuat strategi yang baik untuk menguasai 90 menit," pungkas Shin.
Dengan situasi persaingan yang ketat di Grup B, Timnas Indonesia membutuhkan kombinasi strategi matang, kekompakan, dan analisis detail untuk menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026.
Keberhasilan mengalahkan tim-tim kuat seperti Arab Saudi dan Irak akan menjadi catatan bersejarah yang dapat mengantarkan skuad Garuda ke turnamen terbesar sepak bola dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Cinta dan Jari yang Patah di Utara Jakarta
Terkini
-
Persib Bandung Berantakan Dibantai Ratchaburi FC, Bojan Hodak Akui Lawan Jauh Lebih Baik
-
Duet Nova Arianto dan Sofie Imam Dampingi John Herdman, PSSI Cari Tambahan Pelatih Lokal Lagi
-
Raja Assist Super League, Waktunya Ezra Walian Kembali ke Timnas Indonesia di Era John Herdman?
-
Skenario Persib Bandung Lolos Final ACL Usai Dihajar Ratchaburi, Masih Ada Harapan di Leg Kedua?
-
Persib Tak Berdaya di Hadapan Ratchaburi FC, Bojan Hodak Minta Maaf
-
Semalam Dibantai, Bojan Hodak Kecewa ke Thom Haye cs
-
Buntut Sanksi FIFA, Manajer Timnas Indonesia Diganti?
-
Dua Pemain Jong Ajax Keturunan Indonesia, Siapa yang Bisa Susul Maarten Paes Bela Garuda?
-
Siapa Dwi Prio Utomo? Bukan Orang Baru, Asisten Kurniawan Dwi Yulianto di Timnas Indonesia U-17
-
Alasan Jordi Cruyff Pilih Calon Nakhoda Timnas Indonesia Latih Jong Ajax