Suara.com - Barcelona membuka perjalanan mereka di La Liga 2025/26 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Real Mallorca di Stadion Son Moix, Minggu (17/8/2025) dini hari WIB.
Namun, sorotan utama bukan hanya pada gol-gol Raphinha, Ferran Torres, dan Lamine Yamal, melainkan juga pada debut dramatis kiper anyar Blaugrana, Joan Garcia.
Garcia, yang baru didaftarkan hanya beberapa jam sebelum kick-off, langsung dipercaya Hansi Flick untuk mengawal gawang Barcelona.
Sayangnya, laga debut yang seharusnya menjadi momen indah baginya justru diwarnai insiden keras yang membuat wajahnya memar.
Pertandingan baru berjalan kurang dari 40 menit ketika Mallorca dipaksa bermain dengan sembilan orang.
Manu Morlanes lebih dulu diusir wasit karena menerima dua kartu kuning, sebelum giliran striker andalan tuan rumah, Vedat Muriqi, yang mendapat kartu merah langsung.
Muriqi awalnya hanya diganjar kartu kuning setelah kakinya mengenai wajah Garcia dalam perebutan bola di udara.
Namun setelah tinjauan VAR, hukuman itu dinaikkan menjadi kartu merah.
Garcia tampak kesakitan dan setelah pertandingan terlihat jelas ada benjolan besar di pipi kanannya.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Real Madrid 2025/2026 di Liga Spanyol, El Clasico hingga Derby Madrid
“Saya belum melihat ulang rekamannya, tapi yang jelas dia menghantam wajah saya. Saya tidak tahu bagian tubuh mana yang mengenainya, tapi itu cukup keras,” ujar Garcia seusai laga, dikutip dari Marca.
“VAR sudah memutuskan itu kartu merah, jadi saya rasa memang layak. Sekarang saya hanya perlu sedikit es untuk mengompresnya.”
Meski sempat mendapat hantaman keras, debut Garcia di bawah mistar bisa dikatakan relatif tenang.
Mallorca yang kehilangan dua pemain sejak babak pertama tak banyak memberikan ancaman berarti.
Sepanjang laga, Garcia hanya melakukan satu penyelamatan penting dan berhasil menjaga gawangnya tetap steril.
Clean sheet ini tentu menjadi awal manis bagi kiper berusia 23 tahun yang didatangkan Barcelona dari Espanyol pada musim panas lalu.
Publik Camp Nou berharap Garcia bisa menjadi solusi jangka panjang di posisi penjaga gawang, terutama setelah penampilan tak konsisten dari Marc-André ter Stegen dalam dua musim terakhir.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan