Suara.com - Sejumlah pelatih sampai saat ini belum berhasil merasakan manisnya kemenangan bersama timnya masing-masing pada tiga pertandingan awal BRI super League musim 2025/2026.
Menariknya, beberapa pelatih yang mengalami rekor buruk ini merupakan nama-nama mentereng. Sebagian di antaranya memang berstatus sebagai debutan, tetapi yang lain sudah cukup lama berkarier di Indonesia.
Dari tiga laga awal ini, mereka masih belum berhasil pecah telur. Artinya, para arsitek ini urung mempersembahkan kemenangan untuk timnya di awal musim kompetisi.
Lantas, siapa saja sosok pelatih yang belum bisa merasakan kemenangan bersama anak asuhnya pada tiga laga awal BRI Super League 2025/2026? Berikut Suara.com menyajikan ulasannya.
1. Bernardo Tavares
Juru taktik PSM Makassar, Bernardo Tavares, sampai saat ini masih belum berhasil memecahkan kemelut yang dihadapinya. PSM Makassar belum pernah merasakan kemenangan pada tiga pertandingan awal.
Juku Eja tercatat selalu bermain imbang saat melawan Persijap Jepara (1-1), Bhayangkara FC (1-1) dan Semen Padang (1-1). Yang menarik, meski belum menang, PSM juga belum kalah.
2. Johnny Jansen
Pelatih yang datang dengan reputasi mentereng, Johnny Jansen, tampaknya masih harus terus beradaptasi untuk membawa timnya merasakan hasil positif pada awal musim ini.
Baca Juga: Blak-blakan! Mario Lemos Akui Persijap Jepara Masih Kalah Pengalaman
Dari tiga awal, pelatih asal Belanda itu belum juga menang. Bali United tercatat kalah dari Persebaya (2-5), lalu meraih dua imbang melawan Malut United (1-1) dan Persik Kediri (1-1).
3. Paul Munster
Kembalinya Paul Munster bersama Bhayangkara FC pada musim ini juga belum menghasilkan catatan memuaskan. The Guardian sebagai tim promosi belum berhasil meraih kemenangan.
Mereka sudah dua kali kalah pada awal musim ini saat berusa Borneo FC (0-1) dan Arema FC (1-2), lalu bermain imbang saat bersua PSM Makassar (1-1).
4. Ong Kim Swee
Pelatih Persik Kediri, Ong Kim Swee, tampaknya masih membutuhkan waktu untuk bisa mencari solusi di balik anjloknya performa skuad Macan Putih pada tiga pertandingan awal ini.
Berita Terkait
-
Blak-blakan! Mario Lemos Akui Persijap Jepara Masih Kalah Pengalaman
-
Soal Kericuhan Suporter, Erick Thohir: Tanya ke Operator Liga
-
Detik-detik Kericuhan Suporter Pasca Laga PSIM Yogyakarta vs Persib Bandung
-
Borneo FC Pimpin Klasemen Super League 2025 Setelah Tiga Kemenangan Beruntun
-
6 Klub yang Belum Menang hingga Pekan Ketiga BRI Super League 2025/2026
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati