- Jay Idzes debut di Sassuolo
- Debut bek Timnas Indonesia berakhir pahit karena kalah 2-3 atas Cremonese
- Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso sebut satu kesalahan fatal
Suara.com - Penantian panjang para penggemar sepak bola Indonesia untuk melihat aksi Jay Idzes di kasta tertinggi Liga Italia akhirnya terwujud.
Namun, momen debut yang dinanti-nanti tersebut harus berakhir dengan kepahitan.
Bek andalan Timnas Indonesia itu mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih Fabio Grosso untuk tampil sebagai starter saat Sassuolo bertandang ke markas Cremonese dalam laga pekan kedua Serie A 2025/2026, Jumat (29/8/2025).
Sayangnya laga perdana Idzes diwarnai kekalahan dramatis 2-3 di Stadio Giovanni Zini.
Perjalanan Sassuolo dalam laga ini langsung terjal. Gawang mereka harus jebol dua kali dalam rentang waktu yang sangat singkat melalui aksi Federico Terracciano dan Franco Vazquez.
Tertinggal dua gol tidak membuat Sassuolo patah arang. Mereka menunjukkan mentalitas kuat untuk bangkit.
Andrea Pinamonti berhasil memperkecil ketertinggalan lewat sepakannya dari jarak 10 meter.
Asa untuk membawa pulang poin semakin terbuka setelah Domenico Berardi sukses mengonversi hadiah penalti pada menit ke-73 dan mengubah skor menjadi imbang 2-2.
Ketika pertandingan seolah akan berakhir sama kuat, mimpi buruk menimpa Sassuolo di penghujung laga.
Baca Juga: Sisi Lain Nemanja Matic Rekan Anyar Jay Idzes: Dihukum Gegara Tolak Kampanye LGBT
Sebuah pelanggaran di kotak terlarang pada menit ke-93 memaksa wasit menunjuk titik putih untuk Cremonese.
Manuel De Luca yang maju sebagai algojo sukses menunaikan tugasnya, memastikan kemenangan tuan rumah dan mematahkan hati para pemain Sassuolo.
Seusai laga, pelatih Fabio Grosso secara terbuka menyoroti faktor utama yang menyebabkan timnya pulang dengan tangan hampa.
Menurutnya kecerobohan Jay Idzes dan rekan-rekannya di lini pertahanan menjadi kesalahan fatal yang harus dibayar mahal.
"Kecerobohan kami memang fatal, tetapi bertahan di pertandingan setelah tertinggal 0-2 bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan semua orang," ucap Fabio Grosso dikutip dari Sasuolo News.
"Kami bahkan bisa menang, tetapi seharusnya kami tidak memberi lawan ruang. Penalti itu menghukum kami dan kami kecewa," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Kata-kata Emil Audero Usai Menang Duel Dramatis Lawan Jay Idzes
-
Emil Audero Bawa Cremonese ke Puncak Klasemen, Jay Idzes dan Sassuolo Terpuruk di Dasar
-
Jay Idzes Debut di Sassuolo, Kalah 2-3 dari Klub Emil Audero
-
Jawara Premier League Selangkah Lagi Jadi Rekan Emil Audero
-
Alasan Federico Barba Terima Persib, Tolak Eks Klub Fabio Grosso
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Arsenal Kalah di Final UCL, Martin Keown Desak Arteta Belanja di Posisi Ini
-
Rayakan Juara, Suporter PSG Malah Bentrok dengan Polisi, 426 Orang Ditangkap
-
Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Mikel Arteta Didesak Tendang Pemain Ini
-
Liverpool Pecat Arne Slot, Andoni Iraola Jadi Kandidat Terkuat Pengganti
-
Arsenal Kalah Adu Penalti dari PSG, Declan Rice: Ini Seperti Seperti Lotere
-
Model OnlyFans Janjikan Malam Panas untuk Kiper PSG, Istri Langsung Pasang Badan
-
PSG Back to Back Juara, Luis Enrique: Lawan Arsenal Jauh Lebih Melelahkan!
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Berapa UCL PSG usai Menang Lawan Arsenal? Ini Sepak Terjang di Champions League
-
Puja-puji Mikel Arteta untuk PSG Usai Juarai Liga Champions