Praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang sudah terlalu akut membuat pemerintahan Soeharto kehilangan kepercayaan rakyat.
Kerusuhan besar di berbagai kota sepanjang Mei 1998 menjadi titik balik.
Situasi memanas hingga akhirnya Soeharto menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya, B.J. Habibie.
Dampak ke Sepak Bola Nasional
Kondisi kacau politik ini ternyata juga menghantam sepak bola Indonesia.
Liga Indonesia musim 1997/1998 yang sudah berjalan 15 pekan di babak penyisihan grup harus terhenti total.
Awalnya, pertandingan hanya ditunda karena alasan keamanan. Namun, setelah eskalasi kerusuhan semakin parah, PSSI memutuskan kompetisi benar-benar dihentikan pada 25 Mei 1998.
Keputusan itu menjadi pukulan telak bagi klub, pemain, hingga suporter.
Banyak pesepak bola yang kehilangan mata pencaharian karena kompetisi adalah satu-satunya sumber penghasilan mereka.
Baca Juga: Laga Kontra Borneo FC Terancam Ditunda, Persib Tetap Gelar Official Training
Tak sedikit yang akhirnya mencari pekerjaan lain di luar lapangan hijau demi bertahan hidup.
Posisi Klasemen Sebelum Kompetisi Dihentikan
Hingga pekan ke-15, sejumlah tim sudah menunjukkan dominasinya.
Di wilayah Barat, PSMS Medan dan Persib Bandung tampil cukup konsisten, sementara di wilayah Timur, Persebaya Surabaya dan PSIS Semarang mulai menancapkan posisi di papan atas.
Sayangnya, catatan tersebut tak pernah berlanjut ke fase berikutnya karena liga terlanjur dibekukan.
Banyak pihak meyakini, seandainya kompetisi bisa rampung, persaingan antara klub-klub besar seperti Persebaya, PSIS, Persib, dan PSMS akan jadi salah satu yang paling seru sepanjang era Liga Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Laga Kontra Borneo FC Terancam Ditunda, Persib Tetap Gelar Official Training
-
BRI Super League: Madura United Pakai Pemain Utama, Bali United Bisa Redam?
-
Rekrut Thom Haye, Persib Bandung Jadi Klub Termahal Super League?
-
Bandung Mencekam! Aset MPR, Bank, hingga Rumah Makan Ludes Jadi Sasaran Amuk Massa
-
Hancurkan Dewa United, Pelatih Persija Mulai Singgung Gelar Juara
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Arsenal Lolos Semifinal Liga Champions Meski Imbang, Declan Rice Tak Pedulikan Kritik Pedas
-
Jadwal Semifinal Liga Champions 2025/2026: PSG vs Bayern Munich, Atletico Madrid Tantang Arsenal
-
Bojan Hodak Bangga Beckham Putra Nugraha Raih Gelar Sarjana
-
Ukir Sejarah, Ini Kata Mikel Arteta Usai Arsenal Lolos Semifinal Liga Champions Dua Musim Beruntun
-
PSSI Pastikan Isu 'Pasportgate' Felicia de Zeeuw Sudah Tuntas
-
Asisten Pelatih John Herdman Bocorkan Agenda dan Target Besar Timnas Indonesia
-
Timnas Myanmar U-17 Tundukkan Thailand 1-0, Puncaki Klasemen Grup B Piala AFF U-17 2026
-
Cedera Achilles, Hugo Ekitike Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026
-
Disanksi FA, Harry Maguire Dipastikan Absen Lawan Chelsea
-
PSSI akan Hadirkan Kompetisi Baru untuk Musim Depan, Piala Indonesia?