- Calvin Verdonk resmi bergabung dengan LOSC Lille
- Verdonk datang dengan rekam jejak karier yang panjang dan berpengalaman
- Lille menilai Verdonk sebagai bek kiri modern serba bisa
Suara.com - Bek kiri Timnas Indonesia, Calvin Verdonk resmi melanjutkan karier ke klub Ligue 1, LOSC Lille.
Pihak klub mengumumkan perekrutan Calvin Verdonk jelang penutupan bursa transfer musim panas, Senin (1/9) malam WIB.
Verdonk menandatangani kontrak berdurasi tiga musim hingga 2028, sekaligus mencatatkan sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang tampil di Ligue 1 Prancis.
Melanjutkan karier ke Ligue 1, Verdonk mengaku bahwa ia sudah berbicara dengan pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
Menurut Verdonk, Kluivert menceritakan hal positif tentang klub barunya tersebut.
"Saya sudah berbicara dengan Patrick Kluivert, dan ia hanya memberi cerita positif tentang Lille,” ujar Verdonk dalam pernyataan resmi klub.
Lebih lanjut, Verdonk menegaskan bahwa ia memiliki misi tersendiri dengan Lille.
“Saya sangat bangga bisa bergabung dengan LOSC. Ini klub besar dengan tradisi juara. Saya ingin berkembang sebagai pemain dan pribadi, serta berusaha membawa Lille meraih trofi," tegasnya.
Manajemen Lille juga optimistis dengan kontribusi pemain asal Dordrecht itu.
Baca Juga: Sejarah! Calvin Verdonk Sah Jadi Pemain Indonesia Pertama di Liga Prancis
“Calvin adalah pemain berpengalaman, disiplin dalam bertahan, dan punya kualitas menyerang yang baik. Kami yakin ia cepat beradaptasi di Ligue 1,” tulis pernyataan resmi klub.
LOSC Lille menilai Verdonk sebagai bek kiri modern yang bisa bermain fleksibel, baik di posisi sayap bertahan maupun bek tengah.
Ia dikenal agresif dalam duel, disiplin dalam bertahan, namun juga berbahaya saat membantu serangan.
Dengan catatan 257 penampilan profesional, 13 gol, dan 14 assist, Verdonk datang dengan pengalaman mumpuni untuk memperkuat klub yang pernah juara Ligue 1 pada 2021 itu.
Verdonk lahir di Dordrecht, Belanda, pada 26 April 1997.
Ia memulai kariernya di SC Amstelwijck dan VV Wieldrecht sebelum direkrut akademi Feyenoord Rotterdam pada usia delapan tahun.
Berita Terkait
-
Sejarah! Calvin Verdonk Sah Jadi Pemain Indonesia Pertama di Liga Prancis
-
Kenalan dengan Stade Brest, Dulu Rumah Franck Ribery Kini Jadi Hunian Mees Hilgers
-
Breaking News! Mees Hilgers Susul Calvin Verdonk ke Ligue 1
-
Marc Klok Akui Sudah Komunikasi dengan Thom Haye, Apa yang Dibahas?
-
Pelajari Kekuatan Timnas Indonesia U-23 dengan Sungguh-sungguh, Pelatih Korsel Tak Mau Gagal Lagi
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Nomor 7 Tetap Milik Ronaldo! Pemain Ini Warisi Nomor Mendiang Diogo Jota di Piala Dunia 2026
-
Rekor yang Tak Pecah 72 Tahun! Skor 7-5 Akankah Terulang di Piala Dunia 2026?
-
Siapa Raja Assist dalam Sejarah Piala Dunia? Bukan Messi Apalagi Ronaldo
-
Liverpool Berduka, Kenny Dalglish Berjuang Melawan Kanker di Usia 75 Tahun
-
Popularitas Timnas Indonesia Menurun, John Herdman Diminta Benahi 'Kekacauan' Pasca Kluivert
-
10 Pemain Tertua yang Cetak Gol di Piala Dunia: Rekor Masih Punya Eks Bomber Liga Indonesia
-
Susahnya Masuk AS! Timnas Afsel Berangkat ke Piala Dunia 2026 Tanpa Asisten Pelatih
-
Laga Iran Dijaga Ekstra Ketat, Los Angeles Siapkan Pengamanan Khusus di Piala Dunia 2026
-
FIFA Kirim Surat Khusus untuk Persib Bandung, Apa Isinya?
-
Misi Mustahil Thomas Tuchel? Memetakan Jalur Terjal Inggris Menuju Takhta Piala Dunia 2026