- Mauro Zijlstra dipanggil Patrick Kluivert ke Timnas Indonesia senior
- Hal itu karena ia tak bisa didaftarkan untuk U-23
- Berlatih di skuad senior, Mauro Zijlstra mengaku sangat istimewa
Suara.com - Mauro Zijlstra merespons kesempatan yang didapat dirinya untuk bergabung ke Timnas Indonesia senior.
Sebuah langkah mengejutkan diambil oleh pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert jelang laga FIFA Matchday melawan Taiwan dan Lebanon.
Nama striker muda FC Volendam, Mauro Zijlstra secara resmi dimasukkan ke dalam skuad senior, sebuah keputusan yang mempercepat jalurnya ke level internasional.
Sejatinya Mauro Zijlstra diproyeksikan untuk memperkuat Timnas Indonesia U-23.
Namun, Kluivert melihat sebuah kesempatan strategis untuk mempercepat proses adaptasi sang pemain dengan atmosfer tim nasional senior.
Pelatih asal Belanda itu mengungkapkan bahwa situasi administrasi menjadi salah satu faktor utama keputusannya.
"Saya memanfaatkan situasi ini dan memanggilnya ke tim utama. Itu bagus," ujar Kluivert.
Situasi yang dimaksud adalah proses naturalisasi pemain berusia 20 tahun itu yang baru saja rampung.
Akibatnya namanya tidak sempat dimasukkan ke dalam daftar 23 pemain Timnas Indonesia U-23 yang telah didaftarkan lebih dulu ke AFC untuk ajang kualifikasi.
Baca Juga: Pelatih Makau Antisipasi Amukan Jens Raven
Daripada membiarkan sang pemain menganggur, Kluivert memilih untuk memberikannya pengalaman berharga bersama tim senior.
Kehadiran Mauro Zijlstra di skuad Garuda senior sontak memberikan tambahan opsi dan kedalaman di lini pertahanan, yang menjadi solusi di tengah padatnya jadwal internasional yang akan dihadapi.
Meski demikian, Patrick Kluivert menegaskan bahwa tiket ke tim utama tidak diberikan secara cuma-cuma.
Ia menyebut bahwa meskipun Zijlstra bisa menjadi jawaban di posisinya, persaingan untuk mendapatkan tempat di starting eleven akan tetap ketat.
"Bisa saja, tapi saya juga punya pemain lain yang bisa bermain di posisi tersebut," kata Kluivert mengisyaratkan bahwa semua pemain harus membuktikan kualitasnya.
Bagi Mauro Zijlstra sendiri, pemanggilan ini adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Ketambahan 3 Staf Baru Jelang FIFA Matchday
-
Plis! Timnas Indonesia U-23 Jangan Lakukan Ini Lawan Makau dan Korea Selatan
-
Analisa, Kenapa Timnas Indonesia U-23 Main Buruk Lawan Laos?
-
Alasan Patrick Kluivert Tak Masalah Thom Haye dan Eliano Reijnders Main di Persib Bandung
-
Aksi Gila Pelatih Laos Bikin Malu Timnas Indonesia U-23 Hingga Bawa-bawa Nama Shin Tae-yong
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
Terkini
-
Debut John Herdman di FIFA Series 2026, Erick Thohir Incar Peningkatan Kualitas Timnas Indonesia
-
Persija Tambah Amunisi Jelang Putaran Kedua, Beckham Putra: Persib Tetap Calon Juara
-
Tak Sekaya Pesaing, Pelatih Spanyol Ungkap Cara Persita Bertahan di Papan Atas Super League
-
Gaji Selangit hingga Kaki Kaca, Ini 3 Risiko Besar Persib Bandung Datangkan Layvin Kurzawa
-
Arteta Klaim Tahu Celah Inter Milan, Arsenal Bidik Rekor Eropa di San Siro
-
Berapa Kocek Persib Bandung Datangkan Layvin Kurzawa?
-
Syarat Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2026, John Herdman Coba Naturalisasi Pemain Ini
-
Tolak Liverpool dan Arsenal, Marc Guehi Beberkan Alasan Mantap Pilih Manchester City
-
Kepastian Layvin Kurzawa ke Persib Bandung, Tunggu Akhir Pekan Ini
-
John Herdman: Saya Memulai di Dunia Pelatih Pada Usia 17 Tahun