Bola / Bola Indonesia
Selasa, 09 September 2025 | 06:41 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia Eliano Johannes Reijnders (kedua kiri) berusaha mengontrol bola saat melawan Timnas Lebanon dalam FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/9/2025). [ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/bar]
Baca 10 detik
  • Pertahanan rapat Lebanon menjadi penghalang utama Timnas Indonesia
  • Patrick Kluivert menilai ada progres positif dalam permainan Timnas Indonesia
  • Kapten Jay Idzes menegaskan pentingnya kerja sama, disiplin, dan konsistensi
[batas-kesimpulan]

Suara.com - Timnas Indonesia harus puas bermain imbang 0-0 melawan Lebanon dalam laga FIFA Matchday yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Senin (8/9) malam.

Pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi, namun skuad Garuda gagal mencetak gol meski mendominasi permainan.

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menilai rapatnya pertahanan Lebanon menjadi faktor utama yang membuat timnya kesulitan menembus lini belakang lawan.

“Kalau melihat cara Lebanon bermain, mereka benar-benar bertahan rapat di area sendiri. Itu membuat situasi mencetak gol lebih sulit. Kami sudah berusaha menyerang dan menciptakan peluang, tapi sayangnya tidak ada gol,” ujar Kluivert dalam konferensi pers usai laga dikutip dari Antara.

Meski demikian, Kluivert tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya.

Sepanjang pertandingan, Indonesia mampu melepaskan sembilan tembakan ke gawang lawan, meski tidak satu pun yang berbuah gol.

Pesepak bola Timnas Indonesia Miliano Jonathans (kanan) melewati hadangan pesepak bola Timnas Lebanon Mohamad Haidar (kiri) dalam FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/9/2025). [ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/mrh/bar]

Mantan striker timnas Belanda itu menegaskan, peluang mencetak gol akan selalu ada selama timnya terus berusaha.

“Kadang bola masuk, kadang tidak. Yang penting kami terus berusaha menciptakan peluang. Saya hanya bisa berjanji bahwa para pemain akan berjuang untuk negaranya. Itu yang bisa saya pastikan,” lanjutnya.

Selain faktor pertahanan lawan, Kluivert juga menyoroti jalannya pertandingan yang sempat memanas akibat beberapa insiden dengan pemain Lebanon maupun keputusan wasit.

Baca Juga: Timnas Indonesia Gagal Menang, Ditahan Lebanon dengan Skor 0-0

Meski tensi tinggi terjadi di lapangan, Kluivert merasa lega karena tidak ada pemain Indonesia yang mengalami cedera.

“Saya hanya ingin pertandingan bersih, apalagi kami punya dua laga penting bulan depan. Semua pemain harus tetap sehat,” tegas Kluivert.

Kluivert menilai skuad Garuda sudah menunjukkan perkembangan signifikan dalam 10 hari terakhir, khususnya dalam memahami filosofi permainan yang ia terapkan.

Menurutnya, progres tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi laga-laga internasional berikutnya.

“Kami sudah melihat perkembangan positif, baik dalam taktik maupun pemahaman sistem bermain. Itu yang membuat saya optimistis,” ujarnya.

Senentara itu, kapten Jay Idzes, mengakui banyak hal yang harus diperbaiki oleh skuad Garuda jika ingin konsisten meraih kemenangan.

Load More