- Jay Idzes menegaskan setiap laga Timnas Indonesia bukan sekadar uji coba.
- Filosofi Total Football Belanda jadi pegangan utama Garuda.
- Timnas Indonesia bersiap menghadapi Arab Saudi dan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Suara.com - Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menolak menyebut hasil imbang melawan Lebanon sebagai sekadar uji coba. Bek kelahiran Belanda itu menegaskan, tim Garuda harus selalu bermain untuk menang dan tampil dominan di setiap laga.
Timnas Indonesia ditahan 0-0 oleh Lebanon dalam FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Senin (9/9/2025) malam WIB.
Meski mendominasi jalannya pertandingan, skuad Merah Putih gagal memecah kebuntuan hingga peluit panjang berbunyi.
Timnas Indonesia menguasai jalannya laga. Tetapi, tidak ada satu pun bola berhasil bersarang di gawang Lebanon.
"Tidak (uji coba saja)," kata Jay Idzes dalam konferensi pers usai laga.
"Kami ingin menang di setiap pertandingan. Kami ingin dominan," jelas pemain Sassuolo itu.
Ucapan Idzes sejalan dengan filosofi sepak bola Belanda: Total Football.
Gaya main ini menekankan dominasi penuh, fleksibilitas posisi, dan mental menang yang ditanamkan sejak latihan.
Hal ini terasa relevan, mengingat mayoritas pemain inti Timnas Indonesia saat ini merupakan keturunan Belanda.
Baca Juga: Mimpi Buruk Alexander Isak: Debut Kembali Usai Tiga Bulan Berakhir Kekalahan Memalukan Swedia
Bahkan pelatih kepala Patrick Kluivert beserta sebagian besar staf kepelatihan juga berasal dari Negeri Kincir Angin.
Meski ingin Timnas Indonesia tampil dominan, Jay Idzes mengakui banyak hal yang harus dibenahi dari Timnas Indonesia setelah laga melawan Lebanon.
Terlebih, tim Merah Putih sedang mencoba taktik baru. Belum lagi adanya sejumlah pemain-pemain dan staf kepelatihan anyar.
"Tentu saja kami masih punya banyak hal untuk dipelajari. Kami masih tim muda, dengan staf baru, dan ada beberapa pemain baru juga yang baru pertama kali main di sini," jelasnya.
"Tapi ya, kami benar-benar punya rencana, punya visi dan kami ingin menang di setiap laga. Itu dimulai dari latihan."
"Kami ingin menang bahkan dalam gim kecil 3 lawan 3 atau 4 lawan 4, lalu kami bawa ke pertandingan. Tidak masalah melawan apakah Lebanon atau Arab Saudi, kami tetap ingin menang di setiap laga," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Profil Timnas Korea Selatan: Misi Taegeuk Warriors Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Spanyol: Ambisi Raksasa Eropa Taklukkan Piala Dunia 2026
-
Malam Terindah di Emirates: Declan Rice Kehabisan Kata Usai Bawa Arsenal ke Final
-
Adu Tajam Trio Bayern Munich vs PSG di Semifinal Liga Champions, Harry Kane dkk Bidik Rekor
-
Rumor Transfer: Manchester United Siapkan Dana Besar Rekrut Ederson dan Afonso Moreira
-
Kualitas Jersey Timnas Indonesia Jadi Sorotan, Kelme Perbaiki Quality Control
-
Profil Timnas Inggris: Misi Thomas Tuchel Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia 2026
-
Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
-
Kecewanya Orang Nomor Satu The Jakmania Duel Persija vs Persib Gagal di Jakarta
-
Pastikan Hadir di Piala Dunia 2026, Iran Kirim Ultimatum ke AS: Jangan Hina IRGC!