-
Patrick Kluivert tidak memanggil Marselino Ferdinan, meski sebelumnya tampil baik dan mencetak gol ke gawang Arab Saudi
-
Aji Santoso menilai minimnya menit bermain di klub jadi alasan utama Marselino dicoret
-
Meski begitu, Aji yakin Marselino tetap berbakat dan berpeluang dipanggil kembali jika bermain reguler
Suara.com - Keputusan pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert untuk tidak memanggil Marselino Ferdinan ke skuad Kualifikasi Piala Dunia 2026 terus menuai perbincangan.
Kali ini, komentar datang dari sosok yang paling berjasa menemukan dan mengorbitkan talenta sang pemain, Aji Santoso yang juga pernah menangani skuad Garuda.
Aji Santoso yang memberikan debut profesional kepada Marselino di Persebaya Surabaya saat usianya baru 17 tahun, mencoba menganalisis alasan di balik keputusan mengejutkan tersebut.
“Kenapa Marselino tidak dipanggil, meskipun di pertandingan-pertandingan yang sebelumnya itu juga Marselino tampil cukup bagus, bahkan juga bisa mencetak (dua) gol ketika melawan Arab Saudi (November lalu), mungkin Patrick mempunyai pertimbangan-pertimbangan lain, sehingga Marselino untuk saat ini tidak dipanggil lagi,” kata Aji Santoso dikutip dari Antaranews.
Keputusan Kluivert ini memang terasa janggal, mengingat Marselino adalah salah satu pemain kunci yang pernah membobol gawang kedua calon lawan Timnas Indonesia, Arab Saudi dan Irak.
Namun, Aji Santoso menduga kuat ada satu alasan logis yang menjadi pertimbangan utama juru taktik asal Belanda tersebut.
Menurutnya minimnya menit bermain yang didapat Marselino di level klub, baik di Oxford United maupun di klub barunya AS Trencin, menjadi faktor penentu.
Baginya seorang pemain tidak akan bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya jika tidak terbiasa dengan atmosfer kompetisi reguler.
“Saya sangat yakin itulah pertimbangan utama kenapa Marselino tidak dipanggil. Tetapi kalau saat ini Marselino masih bermain di kompetisi reguler, tentunya masih ada peluang besar untuk dipanggil, karena Patrick sendiri juga sudah tahu kemampuannya,” ucap pelatih 55 tahun ini.
Baca Juga: Timnas Indonesia Bisa Manfaatkan Satu Celah Fatal di Kualifikasi Piala Dunia 2026
“Karena kalau Marselino tidak main di klub secara reguler, tentunya sentuhan-sentuhan ini pasti akan berbeda dengan ketika dia mengikuti kompetisi secara reguler,” tambahnya.
Aji Santoso yang paham betul potensi luar biasa mantan anak asuhnya itu, mengenang kembali momen saat ia pertama kali memberikannya kesempatan.
“Karena waktu itu memang Marselino masih sangat muda, usia masih 16 tahun. Tetapi dengan pemikiran yang matang, pertimbangan yang matang, saya memberi kesempatan Marselino main, kalau tidak salah sekitar 25 menit akhir. Nah dari momen itulah Marselino berkembang sangat pesat, sampai menjadi pemain nasional,” tutur Aji.
Ia pun tak ragu membeberkan deretan kelebihan yang dimiliki Marselino, yang membuatnya yakin sang pemain akan segera bangkit.
“Memang pemain ini pemain berbakat, punya kecepatan, punya intelijensi yang bagus, visi pemainnya juga bagus, punya senjata tembakan-tembakan yang juga sangat bagus, masih muda, posturnya juga ideal,” tukasnya.
Berita Terkait
-
Emil Audero Cedera Apa?
-
Terungkap 2 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Prosesnya Sempat Bermasalah
-
Gawat! 2 Kiper Timnas Indonesia Cedera Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Breakingnews! Emil Audero Cedera Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Ranking FIFA Timnas Indonesia Bisa Tembus 110 Besar Jika Lakukan Ini pada Oktober
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Daftar Pemain Muda Bergelar Pemain Terbaik di 5 Edisi Piala Dunia Terakhir
-
Gagal Promosi Super League, Deltras FC Justru Hattrick Raih Lisensi AFC
-
John Herdman Dapat Kabar Baik Jelang FIFA Matchday, Nathan Tjoe-A-On Bersinar di Willem II
-
Harry Kane Balas Dendam di Piala Dunia 2026, Kenang Gagal Penalti di Al Bayt
-
Sonny Stevens Beri Sinyal Ingin Pensiun Bersama Dewa United
-
Deltras FC Kembali Kantongi Lisensi AFC, 3 Musim Beruntun Penuhi Standar Profesional
-
Persik Kediri vs Persija: Marcos Reina Siap Beri Kado Kemenangan untuk Persikmania
-
Nyali Besar Timnas Yordania Tantang Argentina: Lionel Messi Bukanlah Sosok Menakutkan
-
Kejar Tayang Final Liga Champions, Jurrien Timber Jadi Harapan Arteta Atasi Krisis Bek
-
Bikin Heboh! Eks Kiper Timnas Belanda Beri Kode Pensiun di Indonesia, Apa Alasannya?