-
Infantino berharap momen bersejarah ini menjadi langkah menuju perdamaian, termasuk di dunia sepak bola.
- Israel dijadwalkan melakoni dua laga penting dalam waktu dekat, melawan Norwegia di Oslo (11 Oktober) dan menghadapi Italia di Udine (14 Oktober).
- Presiden NFF, Lise Klaveness, bahkan sebelumnya sempat menyuarakan agar Israel dikeluarkan dari kompetisi UEFA.
Suara.com - Presiden FIFA Gianni Infantino menyerukan agar suporter dan kelompok pro-Palestina menjaga ketenangan jelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 yang melibatkan Israel.
Pernyataan ini disampaikan menyusul tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, Rabu (8/10/2025).
Dalam konferensi di Roma bersama perwakilan klub-klub Eropa, Infantino berharap momen bersejarah ini menjadi langkah menuju perdamaian, termasuk di dunia sepak bola.
“Semua orang seharusnya bahagia dengan rencana perdamaian ini dan mendukung prosesnya,” ujar Infantino.
“Ini memang melampaui sepak bola, tapi sepak bola juga memiliki peran besar dalam membawa pesan damai.”
Israel dijadwalkan melakoni dua laga penting dalam waktu dekat, melawan Norwegia di Oslo (11 Oktober) dan menghadapi Italia di Udine (14 Oktober).
Namun, kehadiran tim nasional Israel memicu gelombang protes di dua negara tersebut.
Di Italia, kelompok pro-Palestina sempat menuntut pembatalan laga dan menggelar aksi di depan pusat latihan tim nasional di Florence.
Sementara itu, Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) mengumumkan bahwa seluruh pendapatan dari laga kontra Israel akan disumbangkan untuk bantuan kemanusiaan di Gaza.
Baca Juga: Atlet Israel Dicoret dari Kejuaraan Dunia Senam di Jakarta, Erick Thohir Angkat Topi
Situasi keamanan di Norwegia juga menjadi perhatian serius.
Polisi bersama UEFA memutuskan mengurangi kapasitas Stadion Ullevaal dari 26.000 menjadi hanya 3.000 penonton untuk mencegah potensi bentrokan di sekitar stadion.
Presiden NFF, Lise Klaveness, bahkan sebelumnya sempat menyuarakan agar Israel dikeluarkan dari kompetisi UEFA, menilai konflik yang terjadi telah mencoreng nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi sepak bola Eropa.
Meski begitu, Infantino menegaskan bahwa FIFA berkomitmen menjaga netralitas dan tetap fokus menjadikan sepak bola sebagai sarana pemersatu bangsa.
“Sepak bola seharusnya menjadi jembatan, bukan sumber perpecahan. Kita harus memastikan stadion tetap aman bagi semua,” tutup Infantino.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan