- Erick Thohir secara terbuka mengakui kegagalan Timnas Indonesia senior dan U-20.
- Timnas U-17 diminta tampil dengan semangat tinggi di Piala Dunia U-17 2025.
- Nova Arianto, eks asisten Shin Tae-yong, kini memimpin skuad muda Garuda di Qatar.
Suara.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan pernyataan terbuka yang cukup jujur saat melepas keberangkatan Timnas Indonesia U-17 ke Piala Dunia U-17 2025 di Qatar.
Dalam momen itu, Erick tak segan mengakui bahwa dua tim nasional Indonesia sebelumnya gagal memenuhi target besar yang telah ditetapkan.
Tim senior gagal menembus Piala Dunia 2026, sementara Timnas U-20 juga terhenti lebih awal di fase grup Piala Asia U-20 2025, yang otomatis menggagalkan peluang ke Piala Dunia U-20 2025.
Pernyataan itu terasa semakin menarik karena disampaikan di hadapan Nova Arianto, pelatih Timnas U-17 saat ini yang dulunya merupakan asisten Shin Tae-yong—pelatih yang dipecat pada Januari 2025 dan digantikan oleh Patrick Kluivert, sosok yang kini banyak disorot atas kegagalan tim senior Garuda.
"Dua tahun persiapan. Kalian sudah membuktikan bahwa kalian lolos melalui kualifikasi dan tentu ini hal yang positif, ketika senior kalian di atas U-20, tim senior juga berjibaku tapi belum maksimal," kata Erick Thohir, dalam unggahan di Instagram pribadinya.
"Kalian bisa menjadi mata air, bisa memberikan air seperti saat dahaga ini mendapatkan sesuatu," lanjutnya.
Erick Thohir juga mengungkapkan bahwa ia membawa pesan khusus dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk para pemain muda Garuda.
"Bapak Presiden menyampaikan salam tapi melalui tentu Pak Setkab. Kasih lihat jati diri bangsa kita. Apalagi kalian sudah berkorban jauh dari keluarga, sekolah," ujar Erick.
Ia menekankan pentingnya semangat dan kerja keras pemain muda yang sudah menjalani dua tahun persiapan menuju turnamen ini.
Baca Juga: Terpuruk di Era Patrick Kluivert, Curacao Kini Selangkah Lagi ke Piala Dunia Berkat Dick Advocaat
"Saya mau tanya siap lawan Brasil? siapa tau seri, itu yang kita mau. Lawan Zambia? lawan! Honduras, lawan! Bagaimana fighting spirit kalian bisa berikan yang terbaik. Kita jangan mau di adu domba, jangan mau dipecah-pecah. Kita sebuah tim!" tutup Erick.
Jadwal dan Lawan Timnas U-17
Turnamen Piala Dunia U-17 2025 akan berlangsung dari 3 hingga 27 November 2025 di Qatar. Timnas Indonesia U-17 tergabung di Grup H bersama Brasil, Honduras, dan Zambia.
Skuad asuhan Nova Arianto dijadwalkan melakoni laga perdana menghadapi Zambia pada 4 November, kemudian Brasil pada 7 November, dan terakhir Honduras pada 10 November.
Misi mereka jelas: membuktikan bahwa masa depan sepak bola Indonesia masih punya harapan—meski generasi di atas mereka sempat gagal memenuhi target besar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Hasil Akhir: Gol Telat Roman Paparyha Bawa Persis Solo Menang Dramatis
-
Dipanggil PSSI! 3 Wonderkid Persib Gabung TC Timnas Indonesia U-20 di Surabaya
-
3 Laga 8 Hari! Dewa United Dihajar Jadwal Neraka, PSSI Beri 'Bantuan' Jelang Duel Asia
-
Pelatih Almeria Ingin Rekrut Cristiano Ronaldo
-
Jelang Duel Papan Atas BRI Super League, Persija Jakarta Punya Keyakinan Lebih Libas Borneo FC
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi