- Patrick Kluivert resmi dipecat dari jabatan pelatih Timnas Indonesia
- Media Arab menyoroti kegagalan Indonesia mencetak gol dari permainan terbuka
- Kluivert mengaku kecewa namun tetap bangga dengan perjuangan para pemainnya
Suara.com - Petualangan Patrick Kluivert bersama Timnas Indonesia resmi berakhir.
Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) mengumumkan pemutusan kerja sama dengan pelatih asal Belanda itu pada Kamis (16/10), setelah gagal membawa Skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.
Kluivert meninggalkan jabatannya hanya 12 bulan sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala, setelah mimpi Indonesia tampil di panggung dunia untuk pertama kalinya sejak kemerdekaan dari Belanda pada 1949 kandas.
Pemecatan Kluivert jadi sorotan media internasional, salah satunya dari kawasan Timur Tengah.
Salah satu media Arab, Eremnews dalam ulasannya menyebut perihal kegagalan Timnas Indonesia meraih kemenangan melawan Arab Saudi dan Irak.
"Tim nasional Indonesia menderita kekalahan kedua berturut-turut setelah kalah 3-2 dari Arab Saudi di babak pertama, yang memupuskan impian mereka untuk lolos ke Piala Dunia," ulas media Arab itu.
Lebih lanjut, media Arab tersebut menyebut bahwa ketidakmampuan mencetak gol Timnas Indonesia di laga melawan Arab Saudi dan Irak sangat merugikan.
"Namun, ketidakmampuan mencetak gol dari permainan terbuka justru merugikan tim, yang sangat bergantung pada pemain keturunan Belanda di negara tersebut," tambah Eremnews.
Dalam konferensi pers setelah laga ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kluivert mengaku kecewa namun tetap bangga atas perjuangan para pemainnya.
“Mimpi tampil di Piala Dunia sangat dekat, tapi akhirnya menghilang dari genggaman kami. Itu menyakitkan — bukan hanya bagi saya, tapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Kluivert.
“Namun, saya bangga dengan kerja keras para pemain dan staf. Kami sudah memberikan segalanya.” sambungnya.
Kontributor: Adam Ali
Tag
Berita Terkait
-
Pesan DPR untuk PSSI usai Pecat Patrick Kluivert: Cari Pelatih yang Berkualitas
-
Kata-kata Erick Thohir Usai Pecat Patrick Kluivert dan Kawan-kawan
-
Patrick Kluivert Tetap Bangga usai Dipecat PSSI, Singgung Kinerjanya 10 Bulan Terakhir
-
Patrick Kluivert 3 Kali Gagal Loloskan Tim Asuhannya ke Piala Dunia, Terbaru Timnas Indonesia
-
Dipecat PSSI, Kompensasi Patrick Kluivert Setara 1,5 Tahun Gaji Shin Tae-yong?
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto